INILAH.COM, Jakarta - Susu bermelamin dari China membuat 4 bayi tewas dan 13 ribu lainnya menderita kelainan ginjal di Negeri Tirai Bambu tersebut. Susu berbahaya itu pun masuk ke Indonesia. Ini merupakan bukti ketidakberdayaan pemerintah Indonesia.
"Masalah ini juga terjadi karena ketidakberdayaan pemerintah untuk mengawasi semua makanan yang beredar di negeri ini, sehingga tidak bisa melindungi masyarakat," kata Pengurus Harian YLKI Indah Sukmaningsih dalam diskusi 'Lebaran dan maraknya makanan bermasalah' di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (27/8).
Selain itu, peristiwa ini dinilai Indah sebagai dampak globalisasi, sehingga makanan dari negara lain gampang masuk ke Indonesia. Kebijakan kompetisi yang begitu hebat juga menjadi faktor lainnya. Akibatnya para produsen bersikap kreatif namun negatif.
"Berbagai cara dilakukan mereka untuk mengelabui konsumennya. Hal ini dilakukan para produsen karena persaingan yang begitu hebat dan karena masyarakat menginginkan harga yang murah," ujar Indah.
Di sisi lain, lanjut dia, pemerintah tidak pernah memberikan edukasi pada konsumen. Informasi produk yang seharusnya menjadi hak konsumen tidak dikelola baik oleh negara, bahkan cenderung diabaikan.
Mengenai sanksi terhadap importir,
menurut Indah, hingga saat ini belum ada. Namun sudah seharusnya dikembangkan, terlebih dengan adanya globalisasi. Jadi gugatan class action tidak hanya di dalam negeri, tapi juga bisa lintas negara.[L3]