Sabtu, 26 Mei 2012 | 14:34 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ngabalin: Denda Capres Rawan Penyelewengan
Headline
Ali Mochtar Ngabalin - inilah.com/abdul rauf
Oleh: Samsul Maarif
web - Minggu, 28 September 2008 | 16:07 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kesepakatan tim perumus RUU Pilpres memberikan denda Rp100 miliar terhadap calon presiden/wakil presiden yang mundur setelah ada ketetapan dari KPU dinilai tidak tepat. Hal itu dinilai justru berpotensi memunculkan penyelewengan.

Anggota Komisi I DPR Ali Mochtar Ngabalin khawatir, denda Rp100 miliar tersebut maka akan menciptakan praktik-prktik yang terselubung dan merusak proses reformasi demokrasi yang sedang dibangun saat ini.

"Kalau capres dan cawapres mundur setelah ditetapkan KPU memang sangat tidak bagus. Ini nanti terkesan main-main saja. Ini harus segera diatur UU-nya oleh teman-teman KPU. Tapi jangan denda uanglah. Saya takut ada peluang yang tidak baik disana," kata Ali kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (28/9).

Langkah terbaik atas hal itu, lanjut anggota Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi DPR ini, KPU dapat mendiskuslifikasikan partai pendukung calon tersebut dari proses Pemilu. Namun bagi calon independenjika ada, sanksinya bisa berupa uang yang langsung disetorkan ke kas negara.

"Saya setuju apa yang dikemukakan pak ketua jika tidak pakai uang. Tapi menurut saya sebaiknya didis saja langsung," ujarnya. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.