Senin, 28 Mei 2012 | 14:51 WIB
Follow Us: Facebook twitter
'Bentrokan AKKBB-FPI Tak Terkait NU'
Headline
Kacung Marijan - inilah.com/R Ferdian
Oleh: Samsul Hidayat
web - Minggu, 28 September 2008 | 16:20 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Bentrokan antara Massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) dengan Front Pembela Islam (FPI) di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (25/9) tak terkait dengan Nahdlatul Ulama. Melainkan karena tidak adanya ruang dialog antara AKKBB dengan FPI.

"Yang penting adanya dialog terbuka antarkedua kubu tersebut. Sehingga bentrokan tersebut terjadi karena terputusnya ruang dialog," papar pengamat NU Kacung Marijan kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (28/9).

Menurut Kacung, bentrokan tersebut tidak terkait dengan NU, walaupun massa yang terlibat saat itu memakai pakaian bertuliskan 'Banser Gus Nuril'. Apalagi jika dikaitkan bahwa di FPI dan AKKBB juga ada orang-orang NU ataupun merupakan pertarungan antara kelompok konservatif dan liberal di NU.

"Itu hanya cerminanan masyarakat ada kelompok yang konservatif dan liberal, di mana NU juga ada yang konservatif dan liberal. Begitu pula Muhammadiyah juga ada yang konservatif dan liberal," jelas staf pengajar Universitas Airlangga, Surabaya, ini.

Kacung menilai penyebab bentrokan tersebut dikarenakan tidak adanya dialog mengenai sejumlah hal. Di antaranya, bagaimana memahami agama maupun keyakinan yang berbeda serta menginterpretasikan kebenaran."Semua pihak dirugikan dan tidak ada yang diuntungkan dari bentrokan tersebut," tandasnya. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.