INILAH.COM, Jakarta Kampanye Partai Keadilan Sejahtera melalui 'Gerakan Peduli Tetangga' dinilai sangat efektif walaupun hasilnya baru diketahui dalam waktu yang relatif lama. Walaupun tidak semua kalangan dapat menerima, namun hal ini tidak menjadi halangan.
M Iqbal, pengamat komunikasi politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta, mengakui hanya sebagian masyarakatterutama di perkotaanyang keislamannya lebih kental saja yang bisa menerima kampanye PKS. Sementara kalangan nasionalis belum tentu bisa menerima.
"Kampanye ini sangat positif. Dapat meningkatkan perolehan suara secara signifikan pada pemilihan legislatif, baik yang diusung sendiri ataupun yang berkoalisi. Cukup signifikan untuk memperoleh suara," jelasnya, dalam perbincangan dengan INILAH.COM, Minggu (28/9) di Jakarta.
Menurutnya, kampanye yang dilakukan PKS itu mengadaptasi kampaye di Amerika Serikat, yang melakukan personal card. "PKS menggerakkan kadernya untuk menyampaikan kampanye dengan ramah. Ini mesin politik yang luar biasa lebih baik daripada kampanye PDIP dan Golkar, walaupun hasilnya terkesan lambat," jelas Iqbal.
Sejak lama, lanjut Iqbal, PKS memang sering menggelar perkumpulan-perkumpulan seperti majelis taklim, dialog-dialog yang agamis dan masih banyak yang lainnya. Sehingga saat menjadi besar seperti saat ini, PKS tetap melakukan hal yang sama, "Dia (PKS) masih tetap konstitusional," pungkasnya. [R2]