INILAH.COM, Jakarta Aktivis AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan) Guntur Romli, menginginkan dua ponsel yang terdapat di dalam tas hitam milik anggota Banser Gus Nuril dikembalikan. Tas itu terjatuh dalam bentrokan antara massa FPI dengan AKKBB, Kamis (25/9) lalu di PN Jakarta Pusat.
Menurut Guntur, dua ponsel itu tidak ditunjukkan oleh Ketua FPI Habib Rizieq Shihab saat jumpa pers setelah insiden bentrok terjadi. "Ada dua HP Banser yang ada di tas itu, minta dikembalikan. Dan bohong kalau di dalamnya ada celurit," katanya kepada INILAH.COM, Minggu (28/9).
Seperti diketahui, usai insiden itu, Rizieq menggelar jumpa pers. Ia menunjukkan sebuah tas hitam, yang antara lain berisikan lembaran media KontraS, buku berjudul 99 Keistimewaan Gus Dur, dan daftar nama-nama anggota Banser yang ikut dalam insiden itu.
Dalam insiden itu, tiga anggota FPI mengalami luka-luka. Sementara seorang korban dari AKKBB mengalami luka serius di kepalanya akibat hantaman batu. Rizieq sendiri telah melaporkan Guntur ke Polda Metro Jaya atas dugaan melakukan provokasi dan ancaman pembunuhan kepada anggota FPI Habib Ali Al Hamid. [R2]