Rabu, 23 Mei 2012 | 20:34 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Investor Saham Pilih Dana Tunai
Headline
Ist
Oleh: Asteria
web - Senin, 29 September 2008 | 16:31 WIB
INILAH.COM, Jakarta Berbeda dengan Lebaran tahun lalu ketika investor memburu saham unggulan menjelang liburan, kali ini investor justru melepas portfolionya. Hal ini terimbas kekhawatiran terhadap bursa global. Alhasil, IHSG pun jatuh.
Pada penutupan perdagangan saham Senin (29/9), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil kurang bergairah dan ditutup merosot 13,584 poin (0,74%) ke level 1.832. Indeks LQ-45 turun 3,896 poin (1,04%) ke level 369,14 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,385 poin (1,51%) ke posisi 286,391.
Analis BNI Securities Norico Gaman mengatakan, pada perdagangan hari ini, IHSG dibuka turun 0,09% di level 1.844, dan berhasil naik tipis pada sesi siang dengan bertengger di level 1.850.
Namun, pada sesi kedua turun lagi hingga ditutup di level 1.832. Pelaku pasar melihat hari ini adalah perdagangan terakhir menjelang libur panjang Lebaran sehingga pasar relatif sepi. "Suasana menjelang Lebaran mempengaruhi mood investor untuk bertransaksi," ujarnya.
Investor, menurutnya, cenderung berhati-hati dan lebih memilih memegang dana tunai karena belum tahu respon bursa global terhadap ekses persetujuan bailout pemerintah AS dalam liburan panjang ini.
"Hal itu dapat membawa sentimen positif kalau teralisasi. Namun pasar masih mencermati penerapan dan implikasi, seberapa efektif dana bailout dapat mendukung sektor keuangan AS," katanya.
Pasar belum bisa memastikan apakah kebijakan itu akan mendukung kondisi sektor finansial. Pasalnya, dana US$ 700 miliar adalah jumlah yang besar, tapi tidak tahu apakah akan cukup mengatasi masalah resesi di AS.
Pasalnya, tidak ada yang tahu pasti besaran kerugian krisis finansial ini. "Sementara dananya diambil dari pembayaran pajak, sehingga pasar akan melihat juga benefitnya untuk masyarakat," jelasnya.
Sikap waspada investor, lanjut Norico juga disebabkan kekhawatiran terhadap keluarnya data inflasi pada hari pertama pasar buka lagi, yaitu 6 Oktober mendatang. Menurut Norico, pasar berkespektasi inflasi September akan tinggi dan mempengaruhi suku bunga BI rate. "Ini akan berimbas pada persepsi pasar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia," ulasnya.
Perdagangan di seluruh lantai bursa mencatat transaksi sebanyak 31.944 kali, dengan volume 3,014 miliar unit saham, senilai Rp 2,284 triliun. Saham yang tercatat menguat sebanyak 92 saham, 68 saham melemah, dan 61 saham pada posisi stagnan.
Saham yang terpantau turun adalah PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 600 ke Rp 9.350 , PT Astra Internasional (ASII) turun Rp 400 ke level Rp 17.100, PT Unilever (UNVR) turun Rp 350 ke level Rp 7.500, dan PT Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 300 ke level Rp 12.950.
Demikian pula saham PT Bank Danamon (BDMN) turun 250 menjadi Rp 4.900, PT Bumi Resources (BUMI) turun Rp 200 ke level Rp 3.200, PT United Tractor (UNTR) turun 200 menjadi Rp 9.450, dan PT Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 25 ke level Rp 3.150.
Sedangkan, saham-saham yang menguat di antaranya, PT Indofood (INDF) naik Rp 60 ke level Rp 1.960, PT Telekomunikasi (TLKM) naik Rp 50 ke level Rp 7.150, PT Indosat (ISAT) naik 50 ke level Rp 6.100, PT Semen Gresik (SMGR) naik Rp 50 ke level Rp 3.425.
Indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga ikut terimbas anjloknya bursa regional. Indeks Nikkei di bursa Jepang anjlok 149.55 poin ke level 11,743.61 akibat sikap ragu investor terhadap rencana bailout pemerintah AS.
Pada awal perdagangan, Nikkei sempat menguat seiring munculnya harapan dari kesepakatan bailout. Namun risk aversion kembali menghantam pasar dan memicu aksi jual.
Sedangkan indeks Kospi di bursa Korea turun 1,35% pada level 1.456,36 setelah sempat menguat hingga mendekati 1.500. Hal ini dipicu maraknya aksi jual pelaku pasar lokal dan dana pensiun akibat kekhawatiran stabilitas pasar finansial domestik serta anjloknya mata uang. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.