INILAH.COM, London Mantan pelatih Tottenham Hotspur, Terry Venables menyalahkan striker Bulgaria Dimitar Berbatov atas keterpurukan Spurs di awal musim ini.
Menurut Venables, Berbatov telah meracuni siklus kehidupan di White Hart Lane setelah mengutarakan niatnya untuk pindah ke Manchester United musim ini.
Meski memang pada akhirnya, Berbatov pindah ke Old Trafford, tapi menurut Venables, gara-gara Berbatov-lah, Spurs seperti kapal karam.
Berbatov memang mengawali musim ini bersama Spurs, namun menjelang bursa transfer Juli ditutup, akhirnya mantan pemain Bayer Leverkusen ini jadi pindah ke MU.
Venables menegaskan, spekulasi mengenai masa depan Berbatov mendominasi setiap pertandingan Spurs di awal musim ini, sehingga pelatih Juande Ramos tidak bisa menuai kesempatan untuk memilih striker pengganti.
Spurs saat ini teronggok di dasar klasemen Liga Primer dengan dua poin dari enam laga terakhir mereka. Tak heran jika Ramos kini dalam tekanan hebat dari fans Spurs.
"Berbatov terus mengatakan kepada kita, jika dia memiliki impian. Baik, bagus buat anda, Dimi. Anda juga memiliki impian untuk bisa menambah pundi-pundi uang di rekening Anda," ujar Venables kepada The Sun.
Venables yang akhir pekan lalu menolak keinginan manajemen Newcastle agar kembali menangani klub milik Mike Ashley ini menambahkan, Berbatov terlalu egois.
"Apakah Spurs tidak memiliki impian juga? Anda sudah mendapatkan jalan, tapi racun yang Anda buang di awal musim, telah membuat tim ini menjadi berantakan, dan ini harus dibayar mahal klub yang percaya dengan Anda," tegas Venables lagi.
Mantan pelatih tim nasional Inggris menyatakan, Spurs tidak punya pilihan lain ketika menjual Berbatov yang sebelumnya berduet dengan Robbie Keane yang kini pindah ke Liverpool.
"Spurs menjual Berbatov sebelum mereka mendapatkan penggantinya. Spurs berpikir, mereka bisa mendapatkan Andre Arshavin. Ini kecerobohan yang amat sangat pahit bagi Spurs. Khususnya ketika mengizinkan Keane hijrah ke Anfield. Tapi melepaskan Berbatov dan Keane tanpa mendapatkan Arshavin merupakan blunder yang dilakukan jajaran petinggi Spurs," imbuh Venables lagi. [Rakai Pikatan]