INILAH.COM, Cilacap - Kebencian terpindana mati bom Bali pada orang asing bukanlah rahasia. Pun ketika di hari raya Idul Fitri, Mukhlas alias Ali Gufron tak bisa menahan emosinya memarahi wartawan asing.
Peristiwa ini terjadi saat rombongan wartawan berkunjung ke LP Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (1/10). Tak diketahui jelas kenapa Mukhlas marah, terpidana mati itu menunjuk muka wartawan tersebut dan menilainya sebagai orang kafir.
Untung petugas LP Batu sigap memperhatikan hal tersebut. Mukhlas segera dibawanya masuk ke dalam selnya.
Sebelum itu, Mukhlas sempat diwawancara wartawan terkait eksekusi pada terpidana mati bom Bali I yang tak jelas waktunya. Mukhlas sempat menyebut para eksekutornya sebagai taghut. Menurut dia, eksekusi merupakan tindakan kriminal sehingga semua pihak yang terlibat akan dilaknat Allah.
"Para eksekutor merupakan tentara taghut (setan) sehingga jika eksekusi dilaksanakan akan dilaknat Allah," katanya kepada wartawan usai melaksanakan salat Idulfitri 1429 H.
Bahkan, saat menyampaikan pernyataannya, Mukhlas beberapa kali meneriakkan takbir yang diikuti sejumlah narapidana penghuni LP Batu. Saat ditanya pesan-pesan terakhir sebelum menghadapi eksekusi, dia mengatakan, tidak ada yang terakhir.
"Yang tahu akan dieksekusi hanya Allah, dan saya yakin orang-orang yang akan mengeksekusi saya akan dieksekusi Allah terlebih dahulu," tegas dia.
Meski demikian, Mukhlas juga menyampaikan ucapan selamat Idulfitri 1 Syawal 1429 H dengan harapan semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah. Dia berpesan kepada para mujahid untuk bergembira karena atas seizin Allah, Islam akan menang yang terbukti dengan beberapa kasus seperti di Irak dan Afganistan.[*/L8]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !