Minggu, 27 Mei 2012 | 01:33 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Asa Baru dari Rencana Bailout
Headline
yahoo.com
Oleh: Asteria
web - Kamis, 2 Oktober 2008 | 11:40 WIB
INILAH.COM, Jakarta Benih-benih harapan kembali tumbuh setelah senat AS mendukung paket dana talangan senilai US$700 miliar melalui voting 74-25. Namun, rencana untuk mengatasi krisis finansial AS tersebut masih menunggu keputusan DPR AS. .

Pada pengambilan suara yang berlangsung Rabu (1/10) waktu setempat, para senator berupaya menyelamatkan paket dana tersebut dengan melakukan beberapa revisi. Hal ini ditujukan agar DPR AS mau meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) penyelamatan sektor finansial ini.

Adapun revisi yang dilakukan adalah menambahkan keringanan pajak senilai US$110 miliar untuk kalangan bisnis dan kelas menengah, serta menaikkan batas atas asuransi Federal untuk deposito bank dari US$100.000 menjadi US$250.000. Ini adalah upaya untuk menjamin keamanan dana nasabah di bank sehingga terhindar dari penarikan besar-besaran.

Selain itu, para senator juga menerima keputusan Securities and Exchange Commission pada pertemuan Selasa kemarin, tentang peringanan syarat perusahaan untuk mendevaluasi aset di laporan keuangan.
Namun ada beberapa poin yang tetap dipertahankan, seperti memberikan wewenang pada Menkeu Henry Paulson untuk membeli aset-aset yang bermasalah. Serta membatasi 'golden parachute' atau bayaran besar-besaran bagi para eksekutif.

Sebenarnya inti dari paket dana tersebut adalah untuk mendorong pemerintah agar mau mengucurkan miliaran dolar untuk membeli aset buruk dari lembaga finansial dan sekuritas yang terimbas kredit bermasalah. Sehingga, sektor kredit yang selama ini menopang perekonomian AS bisa mengalir lagi dan menahan kejatuhan AS dalam jurang resesi.

"Rencana paket dana ini telah direvisi dengan berbagai tambahan menarik sehingga seharusnya bisa lolos dari DPR AS," ujar analis MF Global, Edward Meir.

Pemimpin Senat, Harry Reid mengatakan, DPR AS diharapkan bisa memberikan persetujuannya pada Jumat (3/10) besok. "Harapan saya adalah DPR bisa menyetujui paket dana talangan tersebut,"katanya.

Menkeu Henry Paulson, yang menjadikan proposal tiga halaman menjadi ratusan halaman ini, berharap hasil voting senat dapat mendorong DPR AS untuk segera meratifikasi paket dana tersebut. Sehingga dapat dibawa ke gedung putih untuk mendapat persetujuan final dari Presiden Bush.

"Hal ini dapat memberi indikasi positif bahwa kita siap melindungi ekonomi AS dengan memberikan keyakinan bahwa rakyat Amerika memiliki akses ke kredit yang diperlukan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan menjaga kelancaran usaha," ujar Paulson.

Sementara itu, Presiden Bush dalam pernyataannya menyatakan bahwa dia mengapresiasi usaha kedua partai, baik Republik maupun partai Demokrat dalam meloloskan rencana ini. Lebih lanjut ia mengutarakan harapan agar DPR AS juga bisa mengikuti langkah senat.
"Masyarakat AS, terutama perekonomian berharap DPR akan menyetujui UU pekan ini dan dapat mengirimnya ke meja saya," ujar Bush.

Persetujuan itu diharapkan bisa meredakan kepanikan pada investor global. Seperti diketahui, DPR AS awal pekan ini telah menolak rencana penyelamatan sistem finansial AS dengan voting 228 berbanding 205. Pasalnya, paket bailout ini dinilai memberi wewenang yang terlalu besar kepada satu orang serta menggunakan uang dari para pembayar pajak untuk menalangi kerugian perusahaan-perusahaan di Wall Street.

Bursa Wall Street yang dini hari tadi ditutup sebelum hasil voting senat dirilis, terpantau anjlok. Indeks Dow Jones ditutup turun 19,59 poin (0,18%) ke level 10.831,07, indeks Nasdaq jatuh 22,48 poin (1,07%) ke level 2.069,40 dan Standard & Poor's 500 turun 5,30 poin (0,45%) ke level 1.161,06.

Hal ini dipicu kekhawatiran investor akan persetujuan dana talangan senilai US$700 miliar dan implikasinya terhadap perekonomian AS.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.