inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Keraguan Bailout Warnai Bursa Asia

Headline
yahoo.com
Oleh: Asteria
Kamis, 2 Oktober 2008 | 19:00 WIB
INILAH.COM, Jakarta Senat AS telah menyetujui revisi dana talangan senilai US$700 miliar untuk mengatasi krisis finansial di AS. Namun, sebagian besar saham di pasar Asia merosot karena munculnya keraguan tentang implikasi paket penyelamatan tersebut.

Nilai saham di Asia melemah seiring keprihatinan terhadap meluasnya krisis atas ekonomi global. Kekhawatiran ini berfokus pada permasalahan seputar efisiensi paket penyelamatan ekonomi untuk memulihkan sistem keuangan AS yang telah mendapat persetujuan Senat.

Indeks Nikkei 225 di Jepang pada perdagangan Kamis (2/10) ditutup melemah 213.50 (1.9%) di level 11.154,76. Sementara Indeks Kospi di bursa Korea melemah 20,02 poin (1.39%) di level 1419,65. Kemerosotan nilai saham juga dialami di Australia, Singapura serta Taiwan. Terlihat dari indeks MSCI untuk kawasan Asia yang turun 1.2%.

Sementara itu, harga minyak dunia di pasar Asia hari ini terpantau naik lebih dari US$1, sesaat setelah Senat AS menyetujui usulan pemerintahan Bush untuk menalangi sektor finansial di negeri paman Sam tersebut.

Manajer pemasaran divisi penjualan Sekuritas Philip di Hong Kong Aric Au mengatakan, investor masih mempertanyakan efisiensi paket penyelamatan ekonomi itu dan bagaimana paket tersebut dapat menggairahkan ekonomi global.
"Namun, saat ini tak satupun yang mengetahui paket itu. Mereka membutuhkan informasi lebih rinci mengenai rancangan akhir paket penyelamatan ekonomi tersebut."ujarnya

Dalam keputusannya Rabu (1/10) di Washington, Senat AS menyepakati rancangan undang- undang penyelamatan ekonomi yang direvisi melalui voting 74 berbanding 25 suara.
Rencana dana talangan senilai US$700 miliar itu ditujukan untuk mengatasi krisis finansial yang telah mengoncang pasar global dan mengancam jatuhnya perekonomian dunia dalam resesi.

Adapun revisi yang dilakukan adalah menambahkan keringanan pajak senilai US$110 miliar untuk kalangan bisnis dan kelas menengah, serta menaikkan batas atas asuransi Federal untuk deposito bank dari US$100.000 menjadi US$250.000. Ini adalah upaya untuk menjamin keamanan dana nasabah di bank sehingga terhindar dari penarikan besar-besaran.

Namun ada beberapa poin yang tetap dipertahankan, seperti memberikan wewenang pada Menkeu Henry Paulson untuk membeli aset-aset yang bermasalah. Serta membatasi 'golden parachute' atau bayaran besar-besaran bagi para eksekutif.

Saat ini, paket dana itu akan menghadapi saat-saat penentuan, dengan menunggu persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS yang sempat meluluhlantakkan pasar global ketika menolak versi awal RUU tersebut dengan voting 228 berbanding 205.

Presiden Bush mengatakan, DPR AS yang menggagalkan sebuah paket penyelamatan ekonomi awal pekan ini, akan memutuskan sebuah versi perubahannya pada Jumat (3/10).
"Rancangan undang-undang ini berbeda, ini merupakan hasil perbaikan. Saya yakini ini akan disahkan," kata Bush, seperti dilaporkan AFP.

Sepanjang hari presiden menghubungi para tokoh Kongres melalui telepon agar Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS memberikan dukungan pada paket tersebut.
"Penting bagi kami untuk meloloskan paket ini dari legislatif guna menstabilkan situasi, agar tidak memburuk dan rakyat kehilangan kekayaan dan pekerjaan," kata Bush.

Bush pun mengapresiasi usaha kedua partai, baik Republik maupun partai Demokrat karena melakukan perubahan terhadap perundang-undangan untuk menyelamatkan bank-bank bermasalah dan mengakhiri apa yang disebut sebuah kebekuan kredit.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.