Minggu, 27 Mei 2012 | 01:36 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Momentum Perkuat Ekonomi RI
Headline
Wapres Jusuf Kalla - inilah.com/setwapres
Oleh: Emhaje
web - Jumat, 3 Oktober 2008 | 18:25 WIB
INILAH.COM, Paris Indonesia memiliki modal kuat menghadapi krisis keuangan yang melanda AS setelah berhasil keluar dari krisis 1998. Namun sepantasnya pemerintah tetap waspada mengingat jika saja Amerika batuk maka seluruh dunia terkena flu.
"Selama ini kalau ekonomi Amerika batuk saja, seluruh dunia terkena flu. Sekarang ekonomi Amerika lebih dari batuk, sehingga sepantasnya apabila kita sebaiknya waspada menghadapi kemungkinan yang terjadi di depan," kata Wapres M Jusuf Kalla, saat berbincang-bincang sambil sarapan pagi dengan wartawan di sela-sela kunjungannya di Paris, Perancis, kemarin.
Wapres mengungkapkan, ekonomi AS sangat berpengaruh terhadap kondisi global. Namun kondisi ini justru bagi Indonesia bisa dijadikan momentum untuk memperkuat perekonomian yang bertumpu pada kekuatan di dalam negeri.
Ketua Umum DPP Partai Golkar itu meyakini Indonesia masih bisa mengatasi krisis yang terjadi di AS. Ada beberapa faktor yang melandasi optimisme Wapres terhadap ekonomi Indonesia.
Terutama dalam kaitannya tentang dampak krisis AS terhadap perekonomian Indonesia yakni terganggunya arus ekspor dan terbatasnya kredit dari luar negeri. Faktor yang menjadi modal Indonesia dalam mengatasi krisis itu adalah pengalamannya menghadapi krisis pada 1998.
"Kita pernah dan mampu melewati cobaan yang sangat berat. Sehingga cobaan kecil ibaratnya hanya seperti kerikil. Kita sempat kehilangan banyak aset karena memiliki kewajiban membayar kredit kepada pihak asing. Memang saat ini kemungkinan kita tidak bisa mendapatkan kredit baru dari luar negeri," timpal Wapres.
Selain berpengalaman menghadapi krisis, optimisme Wapres juga didasarkan kepada struktur ekonomi Indonesia yang tidak hanya bertumpu kepada satu sektor saja. Kalau pun ekspor Indonesia akan terganggu, maka pengaruhnya tidak akan seperti negara-negara lain yang bertumpu pada sektor manufaktur semata. Bahkan dengan kekuatan pasar dalam negeri yang dimiliki, Indonesia akan mampu untuk bertumbuh.
Wapres pada saat halal bihalal bersama warga negara Indonesia di Perancis beberapa hari lalu juga mengungkakan pandangan yang sama. Jusuf Kalla dalam kunjungannya ke negara itu kemarin juga sempat bertemu dengan Menlu Prancis Bernard Kouchner di Hotel Hilton Paris. Sejumlah pengusaha Prancis yang beroperasi di Indonesia seperti Total, Eramet, Vicat, dan Alstom juga sempat bertemu Wapres.
JK juga mengajak semua pihak untuk tidak pesimistis dengan masa depan. Apalagi Indonesia memiliki kekuatan energi dan pertanian, serta pembangunan infrastruktur sehingga bakal mampu tumbuh dengan lebih cepat.
"Saya yakin bahwa pada 2011, ketika seluruh prasarana yang sedang kita bangun telah selesai, maka perekonomian Indonesia kan bisa tumbuh lebih pesat dari yang kita capai sekarang ini," imbuh Wapres.
Wapres juga mengingatkan saat ini banyak kebiasaan alias budaya yang kurang cocok di lakukan sehingga menghambat kemajuan. Sehingga harus ada kemauan dari semua pihak untuk melakukan perubahan.
Misalnya saja upaya untuk mengubah kebiasaan penggunaan energi dan air. Untuk penggunaan energi, pemerintah sudah melakukan upaya melakukan konversi energi dari minyak tanah ke elpiji. Sementara penggunaan air adalah mengubah kebiasaan mandi dari semula mengunakan bak menjadi shower atau pancuran.
Namun dia mengakui untuk melakuan perubahan itu bukanlah hal mudah dan tidak sederhana. Ia mencontohkan protes yang meluncur ketika program ujian nasional diterapkan baru-baru ini.
"Tidaklah mudah melakukan perubahan terhadap kebiasaan masyarakat apalagi hal itu sudah dilakukan selama puluhan tahun. Misalnya dalam hal penghematan energi," paparnya. Namun JK mengingatkan hal itu harus dilakukan agar secara ekonomi masyarakat kelas bawah tidak dirugikan. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.