INILAH.COM, Paris - Krisis keuangan yang sedang melanda Amerika Serikat dipastikan akan berpengaruh terhadap seluruh perekonomian dunia. Namun inilah kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat perekonomian yang bertumpu pada kekuatan di dalam negeri.
Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengemukakan tersebut dalam pembicaraan dengan wartawan di Paris Kamis (2/10). Harapan yang sama disampaikan saat melakukan halal bihalal bersama warga negara Indonesia yang ada di Perancis, Kamis malam atau Jumat dinihari WIB.
Kalla mengemukakan hal itu usai pertemuannya dengan Menlu Perancis Bernard Kouchner di Hotel Hilton, Paris. Sebelumnya, Kalla bertemu pengusaha Perancis yang beroperasi di Indonesia seperti Total, Eramet, Vicat, dan Alstom.
"Selama ini kalau ekonomi Amerika batuk saja, seluruh dunia terkena flu. Sekarang ekonomi Amerika lebih dari batuk, sehingga sepantasnya apabila kita sebaiknya waspada menghadapi kemungkinan yang terjadi di depan," kata Wapres.
Kalla melihat dua hal yang akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia akibat krisis yang dihadapi AS. Pertama, terganggunya arus ekspor dan kedua terbatasnya kredit dari luar negeri yang bisa didapatkan.
Namun, ia percaya Indonesia akan bisa melewati kondisi yang sulit ini. Alasannya, Indonesia pernah mengalami krisis yang lebih sulit dari sekarang ini. Pengalaman 1998, menurutnya dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi Indonesia untuk bisa melewati masa-masa sulit seperti sekarang ini.
"Jangan lupa, apa yang kita hadapi sekarang ini sangat berbeda dengan krisis tahun 1998 di mana ketika tahun 1998 kita memiliki kewajiban untuk membayar kredit kepada pihak asing sehingga harus kehilangan banyak aset. Sekarang ini kita kemungkinan tidak bisa mendapatkan kredit baru dari luar negeri," papar Kalla. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !