INILAH.COM, Jakarta - Para politisi muda Partai Golkar berpendapat masih terbuka ruang bagi adanya koalisi dengan partai lain dalam rangka perebutan kekuasaan kepemimpinan nasional melalui Pemilu Presiden tahun 2009 mendatang. Pilihannya, antara partai Islam atau partai nasionalis seperti PDIP.
"Partai Golkar masih membuka ruang yang terbuka, untuk berbagai kemungkinan koalisi, antara lain dengan partai berbasis Islam, atau dengan partai berbasis nasionalis seperti PDI Perjuangan," kata pengurus DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Bejo Rudiantoro di Jakarta, Jumat (3/10).
Namun bagi politisi muda Golkar lainnya, Victus Muri, dalam kondisi bangsa yang tengah berjuang mati-matian untuk mempertahankan identitas dan memperjuangkan jatidiri kebangsaannya di tengah pergaulan bangsa-bangsa, koalisi dengan kelompok nasionalis paling menjanjikan.
Namun Bejo Rudiantoro juga menyodorkan alternatif mempertahankan duet SBY-JK, dengan segala resiko yang harus dihadapi dengan berat.
"Tetapi akan lebih dahsyat lagi jika mengajukan calon Presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) sendiri, dengan catatan PG memperoleh kemenangan meyakinkan dalam Pemilu 2009," tambahnya.[*/L8]