INILAH.COM, Brisbane - Lembaga Standar Pangan Australia-Selandia Baru (FSANZ) masih menoleransi zat Melamin dalam berbagai produk makanan berbasis susu jika kandungannya maksimal hanya 2,5 miligram per kilogram.
Laporan FSANZ yang diperoleh di Brisbane, Sabtu (4/10), menyebutkan, tingkat kandungan zat Melamin di atas 2,5 miligram per kilogram makanan mengindikasikan percampuran makanan.
Hanya saja, untuk produk susu formula bayi, kandungan Melamin yang dapat ditolerir tidak lebih dari satu miligram per kilogram.
FSANZ menyebutkan, produk-produk makanan dengan kandungan zat Melamin yang berlebihan bisa menyebabkan konsumen tertentu menderita penyakit ginjal dalam waktu lama. Beberapa gejala penyakit ginjal itu adalah adanya darah dalam urin, adanya ciri-ciri infeksi ginjal, timbul rasa sakit dan tekanan darah tinggi.
Sejak merebak isu produk susu asal China mengandung zat kimia Melamin yang mematikan September lalu, pemerintah Australia sudah menarik sudah menarik empat produk asal negara itu dari pasar.
Ke-empat produk China yang mengandung bahan berbahaya tersebut sehingga ditarik dari pasar Australia adalah permen "White Rabbit", permen "Cadbury Eclairs", biskuit "Lotte Koala", dan teh susu "Kirin".
Dari empat produk yang ditarik pabrik dan importir Australia itu, tiga di antaranya diproduksi dalam kemasan plastik, sedangkan teh susu merek "Kirin" (bukan 'Kerin' seperti tertulis dalam berita sebelumnya-red.) diproduksi dalam kemasan kaleng.
Permen "White Rabbit" (permen krem) yang ditarik pada 24 September lalu menjadi produk makanan China pertama yang ditarik dari pasar Australia, menyusul merebaknya kasus produk susu bermelamine di China.
Sementara itu, minuman kaleng teh susu "Kirin" ditarik pada 3 Oktober 2008 dan menjadi produk ke-empat China yang dilarang dijual di pasar Australia. Produk itu sudah diperintahkan untuk dimusnahkan supaya tidak bisa dijangkau anak-anak.
Temuan mengenai empat produk China yang mengandung zat kimia berbahaya bagi kesehatan konsumen itu tidak lantas menyurutkan langkah penyelidikan FSANZ untuk menemukan produk-produk makanan lain yang mengandung zat Melamine.
Produk-produk makanan asal China dan negara-negara lain Asia, termasuk Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Thailand, dan India, umumnya mudah ditemui di berbagai swalayan besar dan toko makanan Asia.[*/L6]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !