inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Polandia Terancam Sanksi FIFA

Headline
Miroslaw Drzewiecki - istimewa
Oleh:
Senin, 6 Oktober 2008 | 10:52 WIB
INILAH.COM, Warsawa Polandia beresiko mendapatkan sanksi dari FIFA berupa larangan tampil di semua kompetisi dan kehilangan peluang sebagai tuan rumah bersama EURO 2012, menyusul pembekuan Federasi Sepak Bola Polandia (PZPN) oleh pemerintah setempat.

FIFA memberi tenggat waktu hingga Senin ini agar pemerintah Polandia mencabut keputusannya tersebut.

"Tenggat waktu terus berjalan, waktu segere berlalu, tapi Polandia tahu apa yang harus mereka lakukan untuk memecahkan masalah ini," ujar juru bicara FIFA.

Pengadilan tribunal Polandia membekukan PZPN beserta jajaran petingginya, sepekan lalu, setelah menteri olahraga Polandia, Miroslaw Drzewiecki menyatakan, di tubuh PZPN telah terjadi pelanggaran hukum.

FIFA, sebagai otoritas tertinggi sepak bola di dunia tak urung ikut campur. FIFA menyatakan, Polandia harus menarik keputusannya tersebut atau menghadapi sanksi larangan tampil di dua pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2010.

UEFA sendiri mengingatkan, sanksi FIFA ini bisa membawa Polandia dicoret dari haknya sebagai tuan rumah bersama EURO 2012 bersama Ukraina.

Penasehat khusus Presiden UEFA Michel Platini, William Gaillard menyatakan, UEFA sepenuhnya mendukung sanksi FIFA ini.

"Kasus ini merupakan prinsip dasar dari olahraga kita. Kita tidak mengizinkan organisasi olahraga diganti seenaknya oleh politisi yang membawa kepentingan pemerintahnya. FIFA akan mengambil tindakan tegas, tapi kami akan bereaksi sangat cepat karena ini menyangkut kami, khususnya EURO 2012," kata Gaillard.

Polandia dijadwalkan akan melawan Ceko, 11 Oktober dan Slovakia empat hari sesudahnya.

Namun jika pemerintah Polandia tidak menanggapi ancaman FIFA ini, maka lawan mereka akan diberi kemenangan 3-0.

Presiden Polandia, Lech Kaczynski sendiri bersedia menjadi mediator untuk menyelesaikan konflik kedua belah pihak ini.[S1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.