Senin, 28 Mei 2012 | 14:56 WIB
Follow Us: Facebook twitter
JK: Indonesia Bangsa Bimbang
Headline
Jusuf Kalla - inilah.com/Bayu Suta
Oleh:
web - Senin, 6 Oktober 2008 | 12:01 WIB
INILAH.COM, Makassar - Wakil Presiden M Jusuf Kalla menilai, bangsa Indonesia kadang-kadang menjadi bangsa yang bimbang. Apa pun yang dilakukan selalu dianggap tidak benar.

"Kita ini bangsa yang bimbang. Ngak ada investasi orang marah. Ada investasi masuk pun orang marah," kata Wapres Jusuf Kalla saat pidato dalam rangka reuni akbar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hassanuddin (IKA UNHAS) di Makassar, Sulsel, Senin (6/10).

Menurut Wapres, bangsa Indonesia selalu saja menyalahkan apapun yang dilakukan oleh pemerintah. Ia memberi contoh soal investasi asing. Jika tidak ada investasi asing yang masuk maka pemerintah dikritik habis-habisan dan dianggap gagal.

"Kalau ada investasi asing masuk, orang marah-marah. Kenapa ini dikuasai? Kenapa itu dikuasai? Padahal yang namanya investasi ya mengusai," seloroh Wapres.

Hanya saja, aku Wapres, kadang-kadang ada investasi asing yang diputuskan tanpa landasan penelitian yang kuat dan diputuskan bukan oleh orang yang mengusai bidangnya. Wapres mencontohkan soal keputusan ekspor gas LNG Tangguh ke Cina yang dinilainya sangat merugikan negara. Semua itu, tambah Wapres, terjadi karena dua alasan seperti yang dikemukakan di atas.

"Kita kadang-kadang punya kesalahan mendasar untuk itu. Kita ambil keputusan mendasar (investasi asing) tanpa penelitian dan pengetahuan yang baik," imbuh Wapres.

Dalam pidato lainnya Wapres optimis Indonesia akan bisa menjadi negara yang maju karena memiliki semua yang diperlukan dunia seperti energi dan pangan. Namun untuk itu diperlukan tekad yang kuat dan sedikit paksaan.

"Bangsa ini bisa jalan (maju) kalau ada tekad yang kuat dan sedikit dipaksa," ujarnya.

Wapres menunjuk pembangunan bandara Hasannudin Makassar, dengan sedikit dipaksa maka semua bisa berjalan. Hal yang sama juga terjadi pada pembangunan infrastruktur lain seperti jalan tol dan rumah susun.

Wapres berada di Makassar selama dua hari dan dijadwalkan Senin siang kembali ke Jakarta untuk menghadiri sidang kabinet paripurna yang membahas soal dampak krisis ekonomi di AS terhadap perekonomian Indonesia.[*/L8]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.