INILAH.COM, Jakarta - Kesiapan SBY maju sebagai capres dengan mengisyaratkan duet dengan JK lagi membuat Presiden PKS Tifatul Sembiring penasaran. Tifatul pun memerintahkan partainya mengikuti perkembangan hal itu, apakah SBY benar-benar serius atau tidak.
"Bagaimana dengan keseriusan SBY maju dengan JK, coba cek. Kalau sudah jelas, PKS lebih leluasa mengambil langkah-langkah politik lainnya. Cek dahulu," ujar Humas PKS Ahmad Mabruri, mengutip ucapan Tifatul, kepada INILAH.COM, Senin (6/10).
Mabruri menjelaskan selain SBY, sudah ada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang juga ikut bertarung dalam Pilpres 2009. PDIP saat ini sedang melakukan berbagai survei terkait cawapres yang akan mendampingi Megawati. Kabar yang beredar, ujarnya, Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, masuk dalam daftar cawapres PDIP.
"Ada dua kandidat. Pertama, SBY-JK berarti Demokrat berkoalisi dengan Golkar. Satu lagi, Megawati sedang mencari cawapres. Kan bisa dilihat siapa-siapa saja yang mau maju. Apakah kita ikuti ini atau ikut itu?" kata Mabruri.
Mengenai capres muda, PKS akan tetap mengusungkan capres sendiri dengan usia dibawah 50 tahun jika mencapai 20% suara dalam Pileg 2009 nanti. Apabila tidak tercapai targer suara tersebut, PKS harus berkoalisi dengan parpol lain.
"Dengan pernyataan SBY itu, kita bisa ambil langkah-langkah politik ke depan seperti apa. Tapi ini kan terus berkembang, kita tidak tahu pasti arah politik ke depan, bisa saja berubah," jelasnya.[L6]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !