INILAH.COM, Jakarta- Pemerintah Indonesia tengah melakukan pendekatan kepada investor asal Timur Tengah guna mengatasi krisis ekonomi global.
Pendekatan itu dilakukan melalui FDI (Foreign Direct Invesment) dan
penerbitan surat utang seperti sukuk.
Demikian yang disampaikan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito
Abimanyu usai acra Halal Bihalal di Depkeu, Jakarta, Senin (6/9).
" Potensinya sangat besar. Pokoknya kita jajaki segala kemungkinan, atau kalau investor Timur Tengah menginginkan investasi langsung (FDI), kita juga welcome. Seperti dengan Qatar, kita sudah jajaki dengan buat joint investment company," kata Anggito.
Dikatakan, untuk negara yang ingin berinvestasi langsung itu cukup banyak, termasuk dari Arab Saudi, Dubai Investment Bank, Qatar investment bank, bank-bank besar di Timur Tengah dan infrastruktur termasuk bidang minyak dan energi.
"Dan ada juga yang individual serta port authority insurance. Pokoknya semua banking atau investor yang berbasis unitary," ucapnya.[L5]