INILAH.COM, Jakarta- Inflasi bulan September 2008 tercatat sebesar 0,97 persen atau lebih tinggi dibanding Agustus 2008 yang nilainya mencapai 0,51 persen.
Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Badan Pusat Statistik (BPS), Ali Rosidi dalam acara jumpa pers Senin (6/10)di Gedung BPS, Jakarta, peningkatan inflasi September lebih dipicu oleh naiknya harga bahan-bahan pangan sepanjang bulan Ramadhan hingga Hari Raya Lebaran.
Kenaikan inflasi ini terjadi di seluruh kota di Indonesia. Inflasi tertinggi terjadi di Tarakan, sebesar 2,8 persen, sedang terendah di Manado 0,03 persen.
Tingginya angka inflasi September 2008 disebabkan adanya kenaikan indeks barang dan jasa di semua kelompok, seperti sektor makanan yang mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 1,9 persen, menyusul makanan jadi, minuman rokok 0,9 persen, perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar 1,22 persen.
Sektor lainnya yang menyumbang inflasi antara lain kelompok sandang 0,5 persen, kesehatan 0,3 persen, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,22 persen. [L3]