INILAH.COM, Jakarta- DPR berharap Indonesia tidak mengalami krisis ekonomi periode kedua yang akhirnya mengarah kepada krisis ideologi.
Ketua DPR Agung Laksono mengatakan dampak krisis ekonomi atau keuangan di AS sangat besar potensinya untuk berimbas kepada negara-negara lainnya. Adanya kebijakan pemerintah AS untuk menyetujui paket penyelamatan keuangan senilai 700 miliar dolar AS diharapkan bisa menolong keterpurukan ekonomi yang terjadi.
"Saya sangat menghargai langkah antisipasi pemerintah agar dengan anjloknya harga saham oleh krisis perumahan, sektor kredit mobil atau yang lainnya di AS tidak berimbas ke Indonesia. Seperti tahun 1998 atau
BBM kemarin kan kita menyalahkan negara lain. Jangan sedikit-sedikit salahkan orang lain, langkah bailout 700 miliar dolar semoga bisa menolong keadaan," kata Agung laksono di gedung DPR, Jakarta,
Senin (6/10).
Agung mengatakan untuk menghadapi perlambatan ekonomi di AS tersebut diharapkan semua pihak bisa bekerjasama
melakukan hal terbaik. Karena menurutnya AS merupakan negara yang mempunyai pengaruh sangat besar baik politik atau ekonomi dunia.
"Jangan sampai ini menjadi krisis ideologi. Jaditingkat operasionalisasi keuangan harus ditingkatkan baik ekspor dan lainnya. Di sini Pemerintah Indonesia dengan para pengusaha-pengusaha ekonomi harus bisa
bekerjasama dengan baik agar negara kita terhindar dari dampak krisis yang terjadi di Amerika," ujarnya. [L5]