INILAH.COM, Makassar- Wapres Jusuf Kalla menegaskan, jika ingin melihat bangsa Indonesia maju harus segera mengubah life style. Antara lain dengan melakukan penghematan air seperti cara mandi yang harus diubah.
"Kalau pakai gayung maka akan banyak air yang terbuang berbeda dengan shower. Sedikit saja air dipakai, seluruh tubuh sudah terguyur. Soal bahan bakar, minyak tanah itu adalah BBM yang harganya termahal di dunia. Harganya nyaris sama dengan avtur jadi sebaiknya diganti dengan elpiji," kata JK di depan ribuan alumni Universitas Hasanuddin dalam kegiatan Tudang Sipulung Reuni akbar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unhas, di Baruga AP Pettarani Unhas, Minggu (6/10).
Tampak hadir dalam kegiatan yang sama, peneliti LIPI asal Sulsel Mochtar Pabottingi dan Direktur Centre for Strategic Internasional Study (CSIS) J Kristiadi serta Bambang Brodjonegoro yang ketiganya hadir sebagai panelis. Sementara Jusuf Kalla sendiri yang juga adalah ketua umum IKA Unhas ini hadir sebagai keynot speaker mengulas gambaran dan strategi membangun bangsa Indonesia 2009 - 2014.
Menurut JK, bangsa Indonesia yang tidak memiliki kekurangan apapun tidak bisa maju sebagaimana bangsa lain karena sebagian besar anggaran pemerintah terserap untuk subsidi dan pembayaran utang Yakni 30 persen dari 1000 Triliun nilai APBN. Target ke depan pada tahun 2011 mendatang, subsidi diturunkan lagi yakni hanya 23 persen.
"Jadi siapapun yang kelak memimpin Indonesia tahun 2011 itu, kondisinya akan jadi lebih baik karena subsidi pasti sudah diturunkan sebesar 23 persen. Salah satu caranya adalah dengan mengubah teknologi melalui life style itu," tandasnya seraya menambahkan, jika semuanya nanti berubah maka yakin saja pendapatan akan naik 8 persen.[L8]