INILAH.COM, Jakarta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua pihak untuk optimistis dan tidak panik dalam menghadapi pengaruh krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat.
"Mari kita jaga kepercayaan masyarakat. Insya Allah kita bisa atasi. Ini state of mind," kata SBY, di Sekretariat Negara, Senin (6/10).
Selain memelihara momentum pertumbuhan ekonomi, SBY menekankan perlunya mengatasi dampak krisis tersebut. "Dengan kebijakan dan tindakan tepat, mari pertahankan pertumbuhan ekonomi 6%," ujarnya.
SBY menyatakan akan menginstruksikan jajaran menteri untuk mengoptimalkan APBN 2009 dan membangun jaringan pengaman sosial untuk menanggulangi kemiskinan.
"Tetap dilakukan efisiensi dan pembatasan pada pembelanjaan yang konsumtif dan dapat ditunda. Saya memilih solusi fiskal lebih dulu dan bersama solusi moneter, karena lebih cepat lebih nyata," sebutnya.
SBY menginginkan agar sektor riil dapat tetap tumbuh dan menekankan perlunya menangkap peluang dan kerjasama dengan negara lain. Direktif lain yang juga disampaikan presiden, yaitu perlunya mengampanyekan konsumsi produksi dalam negeri.
Hal itu agar netto ekspor impor positif dan neraca pembayaran tidak terancam defisit.
"Menteri berikan insentif dan disinsentif agar kita tetap gunakan produksi dalam negeri,
cegah dumping barang luar negeri belok ke pasar dalam negeri," imbuhnya.
Hal lain yang ditekankan presiden yaitu perlunya memperkokoh sinergi dan kemitraan jajaran perbankan dan pihak swasta serta menghentikan dan mengubah sikap egosektoral. [R2]