inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Teka-teki Suspensi Saham Bakrie

Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Asteria & Ahmad Munjin
Selasa, 7 Oktober 2008 | 15:14 WIB
INILAH.COM, Jakarta Setelah sempat dikenakan auto rejection pada perdagangan Senin (6/10), saham-saham Grup Bakrie, hari ini disuspensi oleh otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI). Ada apa sesungguhnya?
Analis PT Panca Global Securities, Bertrand Raynaldi mengatakan banyak sekali rumor yang beredar di pasar bursa tentang penghentian sementara saham-saham Grup Bakrie. Namun, menurutnya, suspensi yang dilakukan otoritas BEI ini terkait anjloknya saham-saham anggota kelompok usaha tersebut, terutama Bumi Resources (BUMI).
"Ada fund manager yang merealisasikan penjualan saham Grup Bakrie, terutama BUMI. Kalau kita lihat, driver saham Grup Bakrie, terutama adalah BUMI. BUMI dulu yang pesanan jualnya banyak, kemudian merambat ke yang lain," ujarnya kepada INILAH.COM.
Bertrand mengatakan, ada kemungkinan fund manager yang melakukan penjualan tersebut adalah Fortis. Dia adalah grup bank dan asuransi asal Belgia dan Luksemburg yang memegang saham Grup Bakrie.
"Saya tidak tahu fund manager mana. Ada yang bilang Forties, tapi masih belum pasti," katanya.
Seperti diketahui, Fortis, lembaga keuangan terbesar di Eropa ini sedang dalam proses penyelamatan setelah terpuruk akibat imbas krisis finansial AS. Fortis mendapat suntikan dana talangan mencapai 11,2 miliar euro dari Belgia, Belanda dan Luksemburg.
Otoritas BEI memutuskan untuk mensuspensi enam saham Grup Bakrie pada perdagangan Selasa (7/10) hingga pengumuman selanjutnya. Keenam emiten grup Bakrie adalah saham PT Bumi Resources (BUMI), PT Bakrieland (ELTY), PT Bakrie Sumatera (UNSP), PT Bakrie Telecom (BTEL), PT Bakrie and Brothers (BNBR), dan PT Energi Mega (ENRG).
Sehari sebelumnya, keenam emiten Bakrie ini terkena penolakan otomatis (auto rejection) bersama sembilan emiten lainnya, menyusul nilai sahamnya yang anjlok tajam. Saham BUMI dihentikan setelah jatuh 32,03% pada level Rp 2.175, saham UNSP dihentikan pada level Rp 460 setelah anjlok 35,21%, dan saham ENRG dihentikan setelah melorot 32,69% pada level Rp 350.
Selain itu, saham ELTY kemarin dihentikan pada level Rp 150 setelah drop 36,17%, saham BTEL dihentikan setelah anjlok 40% pada level Rp 150, dan saham BNBR dihentikan di level Rp 145 setelah turun 40,82%.
Sementara analis PT BNI Securities, M. Alfatih mengatakan, anjloknya saham Grup Bakrie dipicu aksi gadai saham yang dilakukan BNBR terhadap anak-anak usahanya. Alhasil, para pemberi pinjaman yang memiliki aset gadai melepas saham di harga murah secara besar-besaran. "Belum ada faktanya, tapi itulah kabar yang beredar di pasar," ujarnya.
Menurutnya, para peminjam dana yang memegang saham-saham Bakrie memiliki dua opsi. Opsi pertama, menunggu dana yang dipinjamkan ke BNBR dapat dibayar sementara aset saham yang digadaikan nilainya sudah turun. Sedangkan opsi lain adalah melepas kepemilikan terhadap aset saham agar tidak mengalami kerugian lebih besar.
Alfatih menjelaskan, BNBR sebenarnya memiliki pilihan lain, yaitu menambah jaminan sahamnya kepada para pemberi pinjaman. Namun hal ini tidak bisa dilakukan karena pasar global sedang mengalami kesulitan likuiditas sebagai dampak dari krisis finansial AS.
"Mereka lebih memilih untuk menjual sahamnya di tengah kesulitan likuiditas akibat krisis keuangan AS," paparnya.
Bertrand pun menyatakan adanya kemungkinan aksi gadai saham BNBR terhadap anak usahanya. Namun, dalam kaitan ini, hanya Grup Bakrie yang bisa memberikan penjelasan final.
"Itu bisa jadi alasan lain anjloknya saham Grup Bakrie. Tapi ini masih perlu ditanyakan ke pihak manajemen," lanjutnya.
Menurut Bertrand, suspensi ini merupakan langkah tepat yang diambil otoritas bursa, mengingat saham grup Bakrie, terutama BUMI mempunyai market share yang cukup dominan di pasar bursa. Kondisi itu membuat anjloknya saham akan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
"Kalau misalkan hari ini tidak disuspensi, bisa jadi investor masih menjual dan indeks kita bisa turun. Dan itu akan berpengaruh ke psikologi investor pemilik saham-saham lainnya. Dengan adanya suspensi ini, tekanan terhadap indeks cukup berkurang," ujarnya.
Dengan penghentian sementara, lanjut Bertrand, otoritas BEI akan meminta keterangan dari Grup Bakrie terkait penurunan yang signifikan kemarin. Kemudian setelah penyampaian informasi, akan ada ruang bagi investor untuk cooling down.
"Ada kesempatan bagi investor untuk mencerna apakah penurunan saham Bakrie itu mereflesikan dari penurunan fundamentalnya atau karena arbitrer tertentu," ulasnya. [I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.