INILAH.COM, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Mardiyanto meminta semua pihak untuk tidak memperpanjang masalah sengketa pilkada di Maluku Utara dan memberikan kesempatan pada Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara yang baru saja dilantik untuk melanjutkan pembangunan di wilayah tersebut.
Berbicara sebelum mendampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/10), Mendagri Mardiyanto mengatakan semua pihak sudah saatnya berpikir dengan jernih untuk kembali membangun Maluku Utara yang sudah beberapa bulan ini terbengkalai karena sengketa tersebut.
"Saya meminta agar semua pihak dapat berpikir jernih. Situasi normal dan tenang sebetulnya diharapkan oleh semua masyarakat," ujarnya.
Mendagri mengatakan keputusan pemerintah untuk melantik Thaib Armaiyn-Abdul Ghani Kasuba sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara sudah berdasarkan pemikiran yang mempertimbangkan proses hukum. "Kita punya dasar dan norma untuk mengambil keputusan itu," tegasnya.
Oleh karena itu Mendagri meminta agar Gubernur yang baru dilantik segera bekerja dan tak lupa merangkul semua lapisan masyarakat untuk membangun daerah tersebut.[*/L6]