INILAH.COM, Banda Aceh - Kepulangan mantan pemimpin tertinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Tgk Muhammad Hasan Tiro ke Aceh yang dijadwalkan 11 Oktober 2008 bukan demi kepentingan politik Partai Aceh (PA) menjelang pemilu 2009.
"Tidak benar itu. Kepulangannya benar-benar karena rindu pada kampung halaman dan keinginan bertemu dengan masyarakat Aceh," kata juru bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Ibrahim bin Syamsuddin di Banda Aceh, Selasa (7/10).
Hasan Tiro, pendiri GAM yang telah lebih dari 30 tahun meninggalkan kampung halamannya dan tinggal di pengasingan serta menjadi warga negara Swedia direncanakan akan pulang ke Aceh untuk bersilaturrahmi dengan masyarakat.
Ibrahim yang akrab disapa KBS juga menyebutkan, Hasan Tiro akan langsung ke Aceh setelah beberapa hari berada di Malaysia untuk bertemu dengan masyarakat Aceh yang menetap di negeri jiran tersebut.
Ia akan datang melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar dan tidak akan singgah ke daerah lain selain ke Aceh, tambah KBS.
Sementara Asisten Keistimewaan Pembangunan dan Ekonomi Setprov Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Said Mustafa mengatakan kepulangan Hasan Tiro akan difasilitasi penuh oleh protokoler karena dianggap sebagai tamu daerah.
Setiba di bandara SIM, Hasan Tiro akan disambut dan dipeuseujuk (tepungtawari) selain itu akan bertemu dengan masyarakat Aceh di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Namun tidak ada pengamanan khusus untuk kepulangannya tersebut.
"Kemungkinan Hasan Tiro juga akan berkunjung ke situs-situs tsunami yang ada di Banda Aceh," ujar Said.[*/L6]