inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

BBCA dan BBRI Layak Koleksi

Headline
inilah.com/wirasatria
Oleh: Asteria & Natascha
Rabu, 8 Oktober 2008 | 06:44 WIB
INILAH.COM, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Rabu (8/10), masih berpotensi melemah. Namun, saham yang berfundamental bagus dan berorientasi kuat ke sektor domestik, seperti BBCA, BBRI dan INTP masih direkomendasi.
Analis Ciptadana Securities, Franco Sutedjojiwo mengatakan, koreksi saham diperkirakan masih akan terjadi hari ini. Beberapa sentimen negatif masih mewarnai bursa saham. "IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 1.550-1.570," ujarnya.
Keputusan BI menaikkan suku bunga acuan BI sebesar 25 basis poin ke level 9,5%, meskipun cukup meredam fluktuasi rupiah, di sisi lain memberi sinyal negatif ke pasar saham.
"Investor saat ini melihat, di tengah ketatnya likuiditas, BI justru menaikkan suku bunganya," katanya.
Menurut Franco, indeks saham pada perdagangan kemarin belum bisa dikatakan rebound meski ditutup terkoreksi tipis setelah mengalami kejatuhan yang cukup dalam. Suspensi yang dikenakan otoritas Bursa Efek Indonesia terhadap saham-saham Grup Bakrie, terbukti menyelamatkan IHSG dari kejatuhan yang lebih dalam.
Namun, beberapa sentimen negatif masih banyak beredar di pasar. Kondisi ekonomi global masih memburuk. Harga minyak terus merosot. Sedangkan Indonesia akan menghadapi tingginya inflasi dalam beberapa bulan ke depan seiring fluktuasi nilai tukar rupiah yang menyebabkan imported inflation.
Franco mengatakan harga komoditas saat ini sudah berada dalam tren melemah dan seharusnya dapat melonggarkan tekanan terhadap inflasi. Namun, ekspektasi pasar terhadap inflasi masih tinggi. Inflasi Sepetember (year on year) mencapai 12%. Hal ini akan terus memicu BI untuk menaikkan suku bunganya. "Jadi belum ada yang positif dari market pasar saham," imbuhnya.
Setelah mensuspensi saham Grup Bakrie hingga waktu yang belum ditentukan, pemerintah pun diharapkan melanjutkan intervensi di saham BUMN, yaitu dengan aksi pembelian kembali (buyback) saham perushaan pelat merah tersebut. "Buyback saham BUMN bisa memulihkan kepercayaan pasar dan menopang indek saham," katanya.
Untuk trading jangka pendek, Franco menilai masih bisa dengan saran tak menggunakan fasilitas margin. Sedangkan untuk trading jangka menengah-panjang, masih belum ada kepastian, terkait inflasi dan pelambatan ekonomi.
Franco menyarankan investor untuk wait and see. Hal ini mengingat tingginya kebutuhan likuiditas untuk melakukan trading, sementara krisis finansial berlanjut pada kesulitan likuiditas di mana-mana. Lagipula, suspensi pada saham-saham Grup Bakrie akan membuat peluang trading semakin sempit, terkait kapitalisasi pasar saham grup ini yang cukup besar.
"Saat ini investor banyak yang lepas saham, belum menempatkan dana lagi di saham. Jadi saya pikir lebih baik hindari dulu pasar bursa," tukasnya.
Namun, bila tetap ingin masuk pasar, imbuhnya, investor bisa mencermati saham yang memiliki fundamental bagus dan berorientasi kuat ke sektor domestik. Atau, saham emitem yang banyak dikonsumsi pasar domestik.
"Saham yang saya rekomendasikan adalah saham sektor perbankan yang mempunyai funding kuat seperti PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Selain juga saham perusahaan semen, seperti PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP)," katanya.
Sedangkan saham komoditas, termasuk sektor minyak kelapa sawit (CPO) tidak disarankan untuk dikoleksi. Hal ini mengingat merosotnya harga minyak dunia hingga di bawah level US$ 100 per barel, berlanjut pada turunnya harga komoditas lain. "Ini mengindikasikan bahwa perlambatan ekonomi terilhat semakin nyata," katanya.
Pada penutupan perdagangan saham Selasa (7/10) IHSG anjlok 29,018 poin (1,76%) menjadi 1.619,721. Perdagangan di seluruh lantai bursa tercatat sebanyak 65.727 kali transaksi dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,231 triliun, dengan volume sebanyak 3,309 milyar lembar. Sebanyak 52 saham naik, 122 saham turun dan 36 saham tidak berubah pada hari ini.
Saham-saham yang melemah antara lain, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp 1.500 ke posisi Rp 15.800, PT Medco Energi International Tbk (MEDC) turun Rp 525 (Rp 2.475), PT Astra Internasional (ASII) turun Rp 500 (Rp 16.000), PT Bank Internasional Indonesia (BNII) turun Rp 10 (Rp 425), PT Indosat Tbk (ISAT) turun Rp 350 (Rp 5.150), PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 250 (Rp 6.950) dan PT United Tractors (UNTR) turun Rp 150 (Rp 7.250).
Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik Rp 150 ke posisi Rp 7.250, PT Timah (TINS) naik Rp 90 (Rp 1.230), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp 100 (Rp 7.500), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp 100 (Rp 1.160). [I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.