inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Dolar Menguat, Rupiah Terseok

Headline
inilah.com/wirasatria
Oleh: Asteria & Natascha
Rabu, 8 Oktober 2008 | 08:14 WIB
INILAH.COM, Jakarta Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (8/10) diperkirakan masih akan mengalami tekanan. Hal ini dipicu penguatan dolar terhadap mata uang lain seiring tren pemangkasan suku bunga berbagai bank sentral di beberapa negara.
Analis BII, Frederick Wilseke mengatakan, rupiah hari ini masih berpotensi terkoreksi. Penguatan dolar terhadap mata uang lain, akan membuat posisi rupiah tertekan. Namun, dengan intervensi BI di level 9.700, terpuruknya rupiah akan tertahan.
"Rupiah masih akan bergerak fluktuatif hari ini di level 9.550-9.700 per dolar AS," ujarnya kepada INILAH.COM.
Menurutnya, dana jangka pendek sudah banyak yang keluar dari Indonesia. Tapi untuk jangka menengah-panjang, dana di surat utang Indonesia masih dalam posisi hold. BI pun harus tetap mempertahankan hal ini. Pasalnya, kalau dana itu juga keluar, rupiah akan ambruk.
"Langkah yang bisa dilakukan adalah dengan melalui intervensi BI maupun menaikkan suku bunga BI," katanya.
Hal inilah yang mendasari BI untuk menaikkan suku bunga acuan BI sebesar 25 basis poin ke level 9,5%. Keputusan itu terpaksa diambil BI untuk mencegah agar rupiah tidak merosot lebih jauh menembus level 9.700 per dolar AS.
"Karena rupiah terus berfluktuasi terhadap mata uang lainnya, BI akhirnya menaikkan suku bunganya," paparnya.
Alasan lain kenaikan BI rate adalah untuk mengatasi tekanan inflasi. Namun, menurut Frederick, dengan harga minyak yang turun ke level US$ 88 barel, sebenarnya tekanan pada defisit APBN menjadi berkurang, berlanjut pada turunnya inflasi pada tekanan harga.
"Inflasi inti bulan September masih dalam kondisi stabil. Sehingga yang harus dikhawatirkan sebenarnya adalah inflasi dari pelemahan nilai tukar rupiah," tuturnya.
Adapun penguatan dolar yang terjadi akhir-akhir ini bukan disebabkan oleh membaiknya faktor fundamental negeri Paman Sam. Penguatan dolar terjadi karena tren pemangkasan suku bunga bank-bank sentral di negara-negara dunia, terutama Eropa.
Hal ini sudah dimulai dengan dipotongnya suku bunga Bank Sentral Australia yang kemarin menurunkan suku bunga sebesar 100 bps di level 6%. "Langkah ini mengindikasikan bahwa perbankan lain juga akan memotong suku bunga, " katanya.
Permasalahan krisis sektor keuangan di kawasan Eropa semakin parah. Itu bisa terlihat dari fakta bahwa pihak Rusia akan membantu sektor finansial Bank Sentral Islandia dengan bantuan senilai 4 juta euro.
Sementara Bank of England (BoE), pada Kamis (09/10) mendatang diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 4,75% untuk mendongkrak perekonomian Inggris yang sedang melambat. Demikian juga European Central Bank (ECB), akan memangkas suku bunganya.
Tidak heran, kalau dolar berhasil bangkit dan kembali berjaya atas mata uang utama lainnya. Pasalnya, dengan turunnya suku bunga perbankan dunia, mata uang dolar menjadi menarik.
"Paling tidak, dolar akan terus menguat sampai The Fed memutuskan kebijakan terhadap mata uangnya tanggal 28-29 Oktober ini," katanya.
Sementara rupiah pada perdagangan Selasa (6/10) ditutup menguat 25 poin ke posisi Rp 9.560 per dolar AS. Demikian pula nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing lainnya. Rupiah naik terhadap dolar Singapura di Rp 6.575,71, meningkat atas dolar Hong Kong di Rp 1.241,06, menguat terhadap dolar Australia di Rp 6.892,60 dan terapresiasi atas euro pada posisi Rp 13.075,70.
Sementara dolar AS terhadap sejumlah mata uang asing lainnya cenderung bervariasi. Dolar terhadap mata uang Jepang melemah di 101,69 yen, atas mata uang gabungan negara Eropa melemah ke level 1,356 euro, terhadap mata uang Hong Kong turun di HK$ 7,7675, atas mata uang Singapura menguat di level S$ 1,4664, dan atas mata uang Korea Selatan menguat di 1.267,70 won. [I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.