Minggu, 27 Mei 2012 | 01:43 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Upaya Menyelamatkan BUMI
Headline
istimewa
Oleh: Ibrahimsyah
web - Rabu, 8 Oktober 2008 | 08:59 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Bumi Resources Tbk berencana lagi membeli kembali (buyback) 10% sahamnya di pasar. Pembelian kembali itu terjadi setelah harga sahamnya merosot hampir 64% dari level tertinggi tahun ini.
Direktur Utama BUMI, Ari Saptari Hudaya dalam suratnya pada Senin (6/10) malam mengatakan perseroan berencana menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa bulan depan. Saat itulah, pihaknya berharap bisa mendapat persetujuan pemegang saham dan regulator untuk menambah buyback 10%.
Menurut dia, aksi buyback dilakukan untuk menunjukkan komitmen manajemen BUMI dalam meningkatkan nilai bagi pemegang saham di tengah kondisi pasar yang buruk.
Dia mengatakan hal itu merupakan respons strategis dari manajemen dalam menyikapi kondisi pasar yang irasional. Irasionalitas itu muncul dari ketakutan krisis keuangan global akan berimbas pada setiap sektor perekonomian. Dengan buyback, jelasnya, perseroan ingin menunjukkan keyakinannya terhadap fundamental kinerja perusahaan yang tetap kuat.
Terkait dengan pelaksanaan rencana itu, manajemen BUMI telah mengirimkan surat permohonan buyback kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Surat melayang dari markas BUMI, Selasa (7/10).
Ari menambahkan fundamental bisnis BUMI saat ini sangat kuat. Laba bersih perseroan pada paruh pertama tahun ini hampir menyamai perolehan sepanjang tahun lalu. Manajemen bahkan memperhitungkan kinerja bisnis yang sangat kuat pada tahun ini.
Harga saham berkode BUMI ini pada Senin ditutup anjlok 32,03% atau Rp 1.025 ke level Rp 2.175, menjadikan kapitalisasi pasarnya Rp 42,20 triliun. Harga saham ini tergerus 36,52% dalam setahun terakhir, tetapi penurunan harga saham paling banyak terjadi pada tahun ini yang mencapai 63,75% dari level rekor Rp 8.550.
Manajemen Bumi, kemarin malam, juga menggelar conference call dengan broker. Mereka membahas perkembangan terbaru dari perusahaan batu bara itu.
Pada pertengahan Agustus, BUMI melaporkan telah membukukan laba bersih US$ 301,80 juta atau US$ 15,67 per 1.000 saham pada semester I 2008 menyusul harga jual batu bara yang lebih tinggi pada tahun ini.
Pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan pertambangan batu bara thermal terbesar di Indonesia itu mencatatkan laba bersih sebesar US$ 720,30 juta dengan memperhitungkan keuntungan (one time gain) sebagai dampak dari penjualan 30% saham PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia kepada perusahaan asal India Tata Power. Tanpa keuntungan divestasi itu, laba bersih BUMI US$ 317 juta. [I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.