INILAH.COM, Jakata Indonesia Corruption Watch (ICW) menyambut positif tindakan anggota Komisi III DPR Soeripto yang berencana melaporkan dugaan tindakan korupsi urusan haji yang dilakukan sejumlah angota Komisi VIII ke KPK. Namun, hal ini jangan sampai hanya dijadikan manuver-manuver politik.
Menurut peneliti ICW Febriansyah, sangat mungkin isu pengungkapan korupsi ini digunakan sebagai manuver PKS, sebagai tempat Suripto bernaung, menjelang Pemilu 2009.
"Oleh sebab itu Soeripto harus mempertegas posisi dia, apakah sebagai personal atau secara institusi," paparnya kepada INILAH.COM, Rabu (8/10)
Menjelang Pemilu 2009, lanjut Febriansyah, mulai banyak partai politik yang memakai isu-isu korupsi sebagai amunisi untuk meningkakan citra partai. "Namun jangan hanya menjadi blushing-blushing politik menjelang Pemilu 2009," ujarnya.
Febri mencatat sejumah langkah PKS dalam mengembalikan gratifikasi kepada KPK. Pada saat pengembalian itu, terjadinya aliran dana ilegal kepada kader PKS baru disampaikan setelah berbulan-bulan dikembaikan.
"Padahal menurut undang-undang gratifkasi harus dikembalikan dalam angka waktu sebulan," jelasnya. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !