INILAH.COM, Jakarta - Satu jam menjelang penutupan perdagangan sesi pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/10), IHSG makin tak punya harapan.
Sejumlah besar investor memilih meninggalkan bursa dan melakukan aksi jual karena mereka panik (panic selling) setelah gonjang ganjing bursa global dan regional plus tak adanya sentimen positif dari dalam negeri, membuat tekanan yang dialami bursa lokal makin berat saja.
Sektor tambang dan komoditas yang semula diharapkan dapat menahan kemerosotan lebih mendalam menyusul menguatnya harga minyak di US$ 90 per barel, ternyata tak berjalan sesuai rencana. Itu terlihat dari memerahnya semua sektor hari ini.
Kecemasan pasar yang diwarnai aksi lepas saham secara besar-besaran itu, yang juga sebagai aksi ambil untung, membuat lantai bursa kelimpungan.
Hingga pukul 11:00 WIB, IHSG rontok 148,630 poin menjadi 1.471,09, indeks LQ45 merosot 34,049 poin di level 288,45 dan JII melemah 22,220 poin di level 226,36.
Volume perdagangan tercatat sebanyak 1,011 miliar lembar senilai Rp 831,429 miliar.
Saham yang menguat siang ini hanya tercatat 5, sementara yang melorot mencapai 167 saham dan 7 saham lainnya stagnan.[L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !