inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Bursa Tutup, Jangan Panik!

Headline
inilah.com/subekti
Oleh: Ahmad Munjin
Rabu, 8 Oktober 2008 | 12:57 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Penghentian perdagangan di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (8/10) dinilai wajar dan menjadi langkah aman bagi investor. Pemain saham pun sebaiknya melakukan investasi jangka panjang agar terhindar dari kerugian.
Analis Sarijaya Securities Muhammad Alfatih memaparkan, apa yang dilakukan otoritas pasar modal merupakan langkah yang wajar. Apalagi pasar bursa saham di negara lain sudah melakukan pembatasan penurunan maksimum indeks saham.
"Memang tren pasar modal memang sedang turun, yang diakibatkan penjualan saham investor luar negeri untuk mencukupi kebutuhan dananya. Situasi sedang tidak mudah untuk saat ini. Yang menjadi persoalan adalah masalah likuiditas dan bukan fundamental," papar Alfatih saat dihubungi INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (8/10).
Ia menyarankan agar investor melakukan investasi di pasar modal untuk jangka panjang dalam satu atau dua tahun mendatang. Sehingga bisa terhindar dari masalah dan meminimalisir risiko.
"Tinggal dipilih saham-saham yang baik, yang cashflow-nya bagus, yang jualannya tidak terpengaruh oleh krisis AS. Untuk saham-saham tersebut bisa dilakukan pembelian," paparnya.
Salah seorang pialang lokal senior berkomentar koreksi yang terjadi di bursa saham lokal sudah terlalu dalam. Sehingga sudah waktunya bagi BEI melakukan penutupan perdagangan. "Baru kali ini terjadi. Tindakan ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Investor sudah panik dan indeks turun sangat cepat," tandasnya.
Menurut pialang itu, bagi investor pasar modal yang harus dilakukan saat ini ini adalah lebih selektif memilih saham. "Jangan panik. Masih ada emiten-emiten yang tidak terpengaruh dengan kondisi yang ada. Kalau saham yang fundamentalnya bagus dan solid sebenarnya masih bisa dikoleksi," paparnya.
Ia berharap secepatnya Bapepam LK, BEI dan pemerintah melakukan koordinasi untuk mengambil kebijakan yang bisa meredam kepanikan investor. "Kita tidak bisa menunggu kondisi yang ada di AS maupun regional. Kita harus menginisiasi sendiri langkah yang harus dilakukan," tandasnya.
Sementara itu BEI melakukan suspensi perdagangan pada pukul 11.06 WIB karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam 168,052 poin (10,38%) menjadi 1.451,669 dan indeks LQ45 terkoreksi 38,261 poin atau 11,86% ke posisi 284,236. Posisi IHSG ini merupakan terendah sejak September 2006.
"Penutupan pasar ini untuk mencegah kejatuhan saham lebih lanjut dan menenangkan pelaku pasar," kata Direktur Perdagangan BEI MS Sembiring. Transaksi saham yang dicatatkan disuspensi, sebanyak 27.494 kali dengan volume 1,129 miliar unit saham senilai Rp 988 miliar. Hanya 6 saham yang naik harganya, selebihnya 171 saham anjlok dan 9 saham stagnan.
Penurunan indeks BEI ini mengikuti bursa regional dan global terimbas krisis keuangan AS. Apalagi The Fed, bank sentral AS, juga tidak bisa meyakinkan investor sehingga bursa AS dengan indeks Dow Jonesnya yang melorot 5,11% atau 508,38 poin menjadi 9.447,11.
Untuk bursa regional yang mengalami penurunan besar, di antaranya indeks Hangseng di bursa Hong Kong terkoreksi 944,21 poin (5,62%) ke 15.854,17, indeks Nikkei 225 di bursa Tokyo terpangkas 584,35 poin (5,75%) ke 9.571,54 dan indeks Straits Times di bursa Singapura anjlok 108,17 poin (4,97%) ke 2.069,37.
Sejumlah bursa dunia juga sudah melakukan penghentian perdagangan. Bursa Rusia misalnya lebih memilih terus menutup perdagangan sahamnya. Terakhir indeks saham RTS Rusia ini anjlok 19,1% menjadi 866,39 poin. Penutupan bursa Rusia dilakukan pemerintah setempat sebagai upaya meredam kepanikan investor.
Bursa saham Cairo, Mesir juga terjadi penghentian perdagangan sejumlah saham tertentu. Hal itu dilakukan setelah indeks saham jatuh 16,4% dari 7.059 menjadi 5.903 poin. Indeks saham Cairo berada dalam level terendahnya dalam dua tahun terakhir akibat aksi investor melepas sahamnya itu.
Belum jelas sampai kapan BEI akan menutup perdagangan. Menurut Alfatih, tentu keputusan dibuka kembalinya perdagangan saham sangat tergantung kepada pertimbangan direksi BEI masing-masing. "Penentuan waktu ini merupakan hak dari BEI sebagai pengelola bursa," paparnya. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.