INILAH.COM, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan bahwa keputusan untuk menutup sementara perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) karena indikasi adanya spekulasi di lantai bursa.
Wapres Kalla, dalam bincang-bincang dengan INILAH.COM, Rabu (8/10), menjelaskan bahwa saat ini ada upaya spekulatif yang menginginkan harga saham jatuh sehingga nilainya sangat rendah untuk diborong oleh pihak tertentu.
"Bursa ditutup (suspensi) karena ada pihak-pihak yang menggoreng saham supaya harganya jatuh untuk kemudian diborong dengan harga yang amat rendah," katanya.
Indikasi itu mungkin ada benarnya, karena seharusnya investor sudah saatnya mengoleksi saham-saham unggulan yang prospektif setelah nilainya sudah sangat rendah. Tapi kenyataannya, sejak awal perdagangan pagi tadi, indeks langsung merosot hampir 40 poin dan bertambah parah, yaitu 168 poin, menjelang penutupan sesi siang sebelum akhirnya otoritas bursa menghentikan sementara perdagangan saham di BEI.
Keputusan BEI itu didasarkan pada kecilnya volume perdagangan hari ini setelah sejumlah besar investor memilih menjauh dari lantai bursa seiring dengan kemerosotan di bursa global dan regional.
Langkah itu juga didasarkan pada kondisi yang makin parah setelah indeks harga saham gabungan rontok lebih dari 10%.
Hingga pukul 11:00 WIB, IHSG rontok 148,630 poin menjadi 1.471,09, indeks LQ45 merosot 34,049 poin di level 288,45 dan JII melemah 22,220 poin di level 226,36.
Volume perdagangan tercatat sebanyak 1,011 miliar lembar senilai Rp 831,429 miliar.
Saham yang menguat siang ini hanya tercatat 5, sementara yang melorot mencapai 167 saham dan 7 saham lainnya stagnan.[L2]