Rabu, 23 Mei 2012 | 20:47 WIB
Follow Us: Facebook twitter
UKM Jangan Jadi Korban
Headline
Erwin Aksa - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Vina Nurul Iklima
web - Rabu, 8 Oktober 2008 | 13:25 WIB
INILAH.COM, Jakarta- Dunia usaha berharap pemerintah bisa memaksimalkan program dan dana pembangunan yang selama ini terhambat untuk meningkatkan peningkatan produktivitas ekonomi domestik ini.

Dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (8/10), Ketua Umum DPP HIPMI, Erwin Aksa Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyatakan optimismenya bahwa perekonomian Indonesia dapat mengatasi dampak krisis keuangan di AS. Hal ini disebabkan, krisis tersebut hanya terbatas pada pasar modal dan sektor keuangan saja. "Sementara, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini kan ditopang oleh aktivitas domestik," ujarnya.

Karenanya, dia berharap pemerintah bisa memaksimalkan program dan dana pembangunan yang selama ini terhambat untuk meningkatkan peningkatan produktivitas ekonomi domestik ini. Sebab keadaan seperti ini yang paling dikhawatirkan adalah para pelaku usaha. "Jadi, apa pun yang akan ditempuh pemerintah sekarang, sebaiknya dikomunikasikan dengan baik kepada pasar supaya pengusaha juga bisa bersiap diri," tandasnya.

Menurutnya ada tiga perhatian utama pengusaha dalam situasi sekarang ini, yaitu nilai tukar rupiah, tingkat suku bunga dan inflasi. Karena semua investor di seluruh dunia berusaha meningkatkan likuiditasnya terutama dalam dolar AS, yang tentunya membuat rupiah tertekan. Inflasi juga sudah cukup tinggi. "Jadi apa pun kebijakan pemerintah jangan sampai pelaku usaha kecil yang dikorbankan. Misalnya dengan suku bunga yang mencekik saat ini demi untuk mempertahankan rupiah atau memerangi inflasi," ujarnya.[L5]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.