INILAH.COM, Jakarta - Seperti dikhawatirkan sebelumnya bahwa biasanya krisis global akan menghantam Indonesia lebih parah seperti yang terjadi pada krisis ekonomi 1998 lalu.
Itu pula yang terjadi pada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang justru ditutup sementara perdagangannya setelah indeks harga saham gabungan (IHSG) rontok lebih dari 10% Rabu ini (8/10).
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah mengatakan keputusan suspensi itu diambil untuk menghindarkan kejatuhan indeks lebih dalam.
Namun, Erry tidak menjelaskan lebih jauh mengenai batas waktu suspensi perdagangan di BEI ini.
Muhammad Alfatih, analis Sarijaya Securities kepada INILAH.COM mengatakan bahwa investor akan kembali lagi setelah suspensi itu dicabut.
Sementara untuk investasi jangka panjang, kata Alfatih, penutupan sementara ini tidak ada masalah.
"Tinggal dipilih saham-saham yang baik, yang cash flow-nya bagus, yang jualannya tidak terpengaruh oleh Amerika, maka untuk saham-saham tersebut bisa dilakukan pembelian," ujarnya.
Ia menilai penutupan perdagangan di BEI ini sebagai langkah wajar, karena di berbagai bursa lain juga ada limit untuk membatasi penurunan maksimum yang terjadi.
Lalu ketika ditanyakan implikasinya jika BEI tidak dilakukan, Alfatih mengatakan situasinya memnag mendukung langkah itu, yang diakibatkan penjualan saham oleh investor luar negeri yang membutuhkan dana yang pada akhirnya menyeret investor lokal yang menggunakan dana-dana margin.
"Memang situasi sedang tidak mudah untuk saat ini. Pasalnya, masalah likuiditas dan bukan masalah fundamental," imbuhnya.
Dan ketika ditanya berapa lama penutupan BEI itu berlangsung, Alfatih mengaku tidak tahu dan keputusan itu tergantung pada direksi BEI.
"Tentu ini sangat tergantung dari pertimbangan direksi masing-masing. Memang penentuan waktu ini merupakan hak dari BEI sebagai pengelola bursa. Mengenai berapa lama suspensi itu belum bisa disampaikan," tuturnya.
Ia menggambarkan bahwa suspensi perdagangan di lantai bursa ini adalah pertama kali terjadi. Sementara di bursa lain pernah terjadi dan biasanya ditutup hanya sehari perdagangan.
Ia menilai bahwa penutupan BEI itu memang sudah waktunya, karena sudah terlalu dalam koreksinya. Tindakan ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Pasalnya, investor akhir-akhir ini sudah panik, yang membuat indeks cepat sekali turunnya.[L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !