Selasa, 29 Mei 2012 | 04:15 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Robin Setiawan
Suspensi Saham Bakrie Diperpanjang?
Headline
Robin Setiawan
Oleh: Ahmad Munjin
web - Rabu, 8 Oktober 2008 | 10:09 WIB
INILAH.COM, Jakarta Penghentian saham sementara (suspensi) yang diberlakukan otoritas bursa pada keenam saham dari grup Bakrie, terbukti mampu menahan indeks saham dari keterpurukan lebih lanjut. Beberapa pihak pun berharap suspensi ini diperpanjang.

Hal ini diungkapkan analis dari AM Capital Indonesia Robin Setiawan. Menurutnya, untuk kepentingan seluruh investor, maka sebelum persoalan dari group Bakrie ini jelas, sebaiknya suspensi untuk emiten saham group Bakrie diperpanjang. Selain karena faktor memburuknya bursa gobal, dominasi saham Bakrie di lantai bursa cukup besar. Ini berarti, anjloknya saham akan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
"Kalau tidak disuspensi, bisa jadi investor masih menjual dan indeks kita bisa turun. Dan itu akan berpengaruh ke psikologi investor pemilik saham-saham lainnya. Dengan adanya suspensi ini, tekanan terhadap indeks cukup berkurang," ujarnya kepada INILAH.COM.

Otoritas BEI memutuskan untuk mensuspensi 6 saham Grup Bakrie pada perdagangan Selasa (7/10) kemarin hingga pengumuman selanjutnya. Keenam emiten grup Bakrie adalah saham PT Bumi Resources (BUMI), PT Bakrieland (ELTY), PT Bakrie Sumatera (UNSP), PT Bakrie Telecom (BTEL), PT Bakrie and Brothers (BNBR) dan PT Energi Mega (ENRG).

Apa tanggapan anda terhadap suspensi 6 saham perusahaan grup Bakrie?
Suspen ini kan terkait isu di market, bahwa ada indikasi gagal bayar dari salah satu grup Bakrie. Daripada informasi itu simpang siur, maka pihak otoritas bursa harus mensuspen saham ini. Karena, penurunan saham dari group Bakrie ini juga dominan efeknya terhadap bursa efek Indonesia. Suspen ini cukup wajar buat saya. Dengan simpang siurnya informasi, para investor yang lain ikut bingung dan panik. Sampai-sampai penurunan saham bakrie terkena auto rejection. Pihak otoritas bursa perlu mencari informasi terhadap saham-saham itu.

Menurut anda, apa yang mendasari anjloknya saham group Bakrie, apakah karena faktor eksternal atau fundamental grup Bakrie sendiri?
Saya setuju dengan apa yang dibicarakan di berbagai media dan BEJ sendiri. Pertama-tama, penurunan hampir seluruh saham itu kan dominan karena efek global. Masalah bursa regional yang rontok, turun tajam, minyak yang mengalami penurunan, harga-harga komoditi juga agak turun, ditambah pelemahan mata uang rupiah. Ini memberi efek domino pada penurunan hampir seluruh saham, termasuk saham-saham grup Bakrie.
Namun, penurunanan saham grup Bakrie yang cukup parah, yaitu tadi, adanya indikasi atau mungkin rumor di market, yakni adanya indikasi gagal bayar. Jadi, ini perlunya dari pihak bursa mensuspen saham-saham tersebut guna mencari klarifikasi. Ini perlu ada penjelasan juga. Dari pihak pejabat-pejabat Bakrie harus memberikan klarifikasi pada khalayak umum.
Kalau faktor fundamental secara keseluruhan tidak ada masalah. Kalau kita bicara saham-saham Bakrie, secara umum tidak ada masalah. Kalau memang ada pun saya rasa mungkin tidak seharusnya signifikan terhadap saham-saham itu.

Beberapa pihak menginginkan suspensi ini diperpanjang untuk keselamatan bursa, apa tanggapan anda?
Ya. Untuk kepentingan orang banyak (para investor-investor yang lain), agar persoalan dari grup Bakrie ini jelas, sebaiknya saham group Bakrie ini disuspen untuk sementara waktu.
Karena, kalau memang harus dibuka, tentu mereka harus melihat kondisi marketnya sendiri. Kalau kondisi market masih cenderung bearish, yang ditakutkan adalah saham-saham mereka akan turun lebih banyak, dan efeknya ke saham-saham lain jauh lebih besar. Sehingga, penurunan indeks pun ditakutkan jauh lebih dalam.
Dengan disuspen-nya saham-saham mereka, indeks kita terbukti cenderung menguat, bahkan sempat mengalami kenaikan. Walaupun kenyataannya hingga di akhir closing market, masih ada tekanan di market.

Suspensi itu sendiri sebaiknya berapa lama?
Ya, itu tergantung kerjasama dari pihak Bakrie dan juga kerjasama atau informasi dari pihak otoritas bursa. Tapi kalau untuk membantu pergerakan market kita. Sekarang kan kita melihat hampir seluruh saham mengalami penurunan. Bahkan tidak perlu jauh-jauh, pernah terjadi penurunan saham yang terlalu besar di bursa Hongkong atau Nikkei, hingga bursanya disuspen. Grup Bakrie ini kenapa tidak. Bursa kita bisa terselamatkan kalau memang Grup Bakrie agak dominan. Kenapa tidak, sifatnya seperti itu.

Ada hal lain yang perlu ditambahkan?
Diharapkan, grup Bakrie jangan selalu berutang. Pasalnya, yang kita tahu sama-sama, hampir semua orang tahu, grup Bakrie ini sifatnya adalah gali lubang tutup lubang. Ini juga jadi catatan penting bagi emiten-emiten yang lain, janganlah berutang. Bayarnya susah. Ibarat kita, membeli saham di market, sebaiknya jangan pakai utang.(E2)
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.