INILAH.COM, Jakarta - Anjloknya indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diyakini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan berlangsung lama dan bisa segera diatasi.
"Kita tetap optimistis ini segera bisa diatasi karena kondisi ekonomi kita sekarang berbeda dengan masa krisis 1998," kata SBY seperti disampaikan Juru Bicara Presiden Andi Malarangeng di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (8/10), menanggapi dihentikannya perdagangan saham di BEI menyusul anjloknya harga saham.
BEI pada pukul 11.06 WIB menghentikan sementara perdagangan saham karena indeks saham anjlok 10,38% atau 168,052 poin menjadi 1.451,669.
Menurut Andi, Presiden menyerahkan semua kebijakan mengenai bursa saham ini sepenuhnya kepada BEI.
"Presiden akan terus memantau perkembangannya. Dan percaya pengelola bursa saham tahu apa yang dilakukannya," katanya.
Presiden, lanjut Andi, juga akan terus mengamati langkah-langkah yang dilakukan otoritas moneter dan fiskal negara-negara lain dalam menghadapi krisis ini dan akan terus mempersiapkan diri mengantisipasi perkembangan yang terjadi.
"Kita sudah, sedang dan terus melakukan langkah-langkah antisipasi. Kita berharap ini segera berlalu," katanya.[*L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !