INILAH.COM, Jakarta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, industri ekonomi kreatif, seperti industri film nasional akan dapat membantu perekonomian tumbuh dan terhindar dari krisis.
"Upaya mendorong ekonomi kreatif ini bagian dari solusi besar kita untuk mengatasi krisis keuangan dan pembangunan ekonomi jangka panjang. Ekonomi kreatif akan terus kita tumbuhkan," kata SBY saat menonton film Laskar Pelangi, di auditorium I Blitz Megaplex Jakarta, Rabu (8/10) malam.
Sehingga, kehadirannya menonton film Laskar Pelangi di saat krisis keuangan yang melanda dunia dan mempengaruhi ekonomi Indonesia ini, menurutnya, justru untuk mendukung film nasional sebagai bagian dari industri ekonomi kreatif.
"Arahan saya, mari kita justru kembangkan produk dalam negeri. Mengembangkan ekonomi kreatif yang bisa mengurangi ketergantungan produk impor dan mengurangi tekanan neraca pembayaran," katanya.
Menurutnya, pada 2007, industri ekonomi kreatif tumbuh 7%, dan selama 2002-2008 mencapai Rp105 triliun. "Selain memperbaiki neraca pembayaran, kita yang bisa menjauhi dari krisis. Ekonomi kreatif bisa membuka lapangan kerja sebanyak 5,4 juta (orang) sejak 2006 sampai Agustus 2008 ini," katanya.
Menurut catatan SBY, industri film nasional yang antara 1992-2004 sempat mandul, saat ini terus berkembang mencapai 53 film pada 2007, dan sampai Agustus 2008 mencapai 67 film.
"Film Indonesia sudah jadi tuan rumah di negeri sendiri. Libur Lebaran kemarin ada 500 layar bioskop yang memutar film nasional atau 92% dari semua film yang diputar," katanya. [*/R2]