INILAH.COM, Jakarta Program Gerakan Peduli Tetangga yang dicanangkan PKS dinilai belum efektif untuk menarik simpati masyarakat. Berdasarkan hasil survei, target perolehan suara ternyata tidak tercapai melalui program ini.
"Dari evaluasi Gerakan Nasional Peduli Tetangga belum efektif. Sosialisasi ke daerah-daerah kurang," kata Humas PKS Ahmad Mabruri, kepada INILAH.COM, Rabu malam (8/10).
Padahal, lanjut Mabruri, PKS sudah berusaha mengenjot program ini dengan langkah-langkah yang nyata. Salah satunya, dengan melarang kadernya konvoi pada malam takbiran. Program ini, menurutnya, juga dapat mencegah terjadinya tindakan kriminalitas.
"Dengan banyaknya warga yang mudik meninggalkan rumah, kader-kader PKS dapat mengecek dan melihat keadaan rumah tetangganya yang pulang kampung itu," jelasnya.
Penyebab belum maksimalnya program yang dicanangkan sejak awal Ramadan itu, menurutnya, karena pengurus di DPD maupun DPC sedang sibuk mengurusi daftar caleg. Sehingga program itu belum diaktifkan sampai akhir Desember.
Selain itu, berdasarkan hasil survei, program ini ternyata tidak signifikan mendongkrak perolehan suara pada Pemilu 2009. "Berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia, PKS masih mendapatkan suara 7%. Padahal target kita 20%," katanya. [R2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !