INILAH.COM, Jakarta- Ada perkiraan suspensi BEI yang dilakukan Rabu (9/10) berkaitan untuk melindungi kepentingan bisnis menteri tertentu agar tidak jatuh.
Hal ini diutarakan Ketua Umum Komite Indonesia Bangkit Rizal Ramli sebelum mengikuti acara Deklarasi Keikutsertaannya pada Konvensi Partai Bintang Reformasi di Hotel Niko, Jakarta, Kamis (9/10). Dia juga menilai pemerintah sekarang terlalu percaya diri dengan tidak melakukan apa-apa dalam mengurangi bubble, khususnya di bursa sehingga terjadi kepanikan dan akhirnya ditutup. "Tapi jangan-jangan ada menteri yang memiliki kepentingan bisnis dan ingin melindungi sahamnya agar tidak jatuh," tandasnya.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan enam kelompok usaha Bakrie di Pasar Reguler dan Pasar Tunaisejak Selasa (7/10).
Keenam saham grup Bakrie yang disuspensi itu adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
Suspensi ini sendiri dilakukan sehubungan dengan belum memadainya informasi terkait perdagangan efek dari kelompok usaha Bakrie ini. [L5]