inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

SBY Segera Buat Laskar Ekonomi!

Headline
Susilo Bambang Yudhoyono - inilah.com/Abdul Rauf
Oleh: Edi Junaedi
Kamis, 9 Oktober 2008 | 10:35 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Sebagai antisipasi terjadinya krisis keuangan global, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah meluncurkan 10 instruksi.

Namun, 10 instruksi SBY untuk mengantisipasi krisis finansial yang melanda Indonesia itu hanya bersifat normatif.

Yudi Latief, direktur Reform Institute, mengatakan dari 10 instruksi itu, tidak ada satu pun paket kebijakan mendasar yang menyentuh sektor riil dan menyangkut hajat hidup orang banyak.


"Sejak awal memang SBY selalu membangun politik citra yang terbatas dan tidak mempunyai satu paket kebijakan konprehensif dan mendasar, sehingga seluruh kebijakannya selalu mengambang," kata Yudi Latief kepada INILAH.COM, Kamis (9/10).

Menurut Yudi, fokus kebijakan pemerintah keliru dalam menempatkan fokus pada ekonomi makro yang terbukti rapuh, bahkan merosot begitu tajam.

Memang, sektor makro ekonomi memudahkan lalu lintas investasi, namun investasi itu hanya datang dan pergi silih berganti.

"Kita harus belajar dari tahun 30-an, di saat resesi dunia melanda Indonesia. Saat itu ekonomi kita relatif bertahan, karena yang dibangun adalah fondasi mikro ekonomi, di mana sektor pertanian dibangun, serta mendorong komoditas ekspor," ujarnya.

Yudi mengatakan bila hal ini tidak diantisipasi maka tidak menutup kemungkinan krisis 1998 akan kembali terjadi. Dan tentunya isu ekonomi akan menjadi pertaruhan SBY dalam pertarungannya kembali di Pilpres 2009.

"Maka dari itu SBY harus segera membentuk laskar ekonomi yang memuat paket kebijakan ekonomi yang komprehensif dan mendasar pada
sektor riil dalam menghadapi krisis finansial yang tengah terjadi," tegasnya.

Konfigurasi politik Indonesia ke depan, tutur Yudi, sangat ditentukan oleh paket kebijakan ekonomi yang dapat menyentuh hajat kehidupan banyak orang, di mana sektor ekonomi mikro lebih teruji dan bertahan di tengah krisis ekonomi finansial yang tengah melanda.

Yang lebih parah, SBY semalam justru lebih mementingkan nonton film Laskar Pelangi ketimbang menyegerakan memimpin rapat terbatas bidang ekonomi untuk membahas kejatuhan bursa saham domestik sehingga terpaksa dilakukan penghentian perdagangan di Bursa Efek Indonesia sejak sesi pertama perdagangan kemarin.[L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.