Pasar tengah berada pada posisi tingkat kepercayaan terendah terhadap upaya pemerintah, hal ini terlihat dari apa yang terjadi di AS, pasar memanfaatkan pemotongan suku bunga yang dilakukan oleh The Fed hanya sebagai kendaraan untuk memperoleh capital gain.
Dow dibuka menguat dengan antusiasme tinggi pemodal menyambut keputusan The Fed memotong suku bunganya hanya untuk melakukan profit taking secara cepat karena takut nyangkut lagi. Kalau pasar bisa bicara dalam bahasa anak muda sekarang mungkin kira-kira beginilah yang dikatakannya di Dow pada Rabu (8/10), "Lumayan, hari gene kapan lagi bisa dapat easy money kayak gini?? Atau cepet masuk & cepet keluar?? Ya iyalah masa ya iya donk?"
Dari paragraf di atas dapat terbaca jelas satu hal yakni betapa menyedihkannya
pemerintah yang harusnya bertindak sebagai sebuah otoritas yang berwibawa sudah tidak kredibel lagi di mata masyarakatnya yang dulu memilihnya di alam demokrasi.
Ada beberapa saham yang menurut saya boleh mulai Anda koleksi dengan beberapa 'syarat dan ketentuan', kriteria yang saya pakai disini adalah saham-saham dengan PER dibawah 9 dan sudah turun lebih dari 75% dari highest pricenya. Adapun saham-saham ini adalah LSIP, ANTM, INCO dan AALI.
Nah, sekarang pertanyaannya adalah apa 'syarat dan ketentuan' yang saya maksud tadi? Menurut saya, investor bisa mulai membeli ketika suspend dibuka nanti maksimal 20% dari dana yang tersedia, 80%, saya sarankan masih berada dalam posisi cash sambil menunggu perkembangan yang mungkin terjadi nanti.
Sehingga risiko para investor bisa diminimalisir sambil menunggu kepanikan reda. Sehingga kenaikan di bursa regional hari ini mungkin hanya bisa bertahan sesaat seperti yang dialami Dow pada Rabu malam (8/10).
Semoga saran saya ini bisa bermanfaat untuk semua pembaca, memang kita sedang dalam keadaan yang sulit, tapi yakinlah bahwa masih ada pihak yang concern terhadap dana para investor, dengan kebersamaan tampaknya kita akan sedikit lebih mudah mengarungi fenomena yang menurut saya mengarah ke krisis 1998 bila nanti sektor riil tersentuh.
Irwan Buniardi, irwan.buniardi@megaci.com