inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Ayo Tebak, Siapa yang Panik?

Headline
Sri Mulyani - inilah.com/Bayu Suta
Oleh: La Tanry
Kamis, 9 Oktober 2008 | 17:29 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Apa sebenarnya yang terjadi di pasar saham sampai perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup sementara? Direksi BEI mengatakan pasar sudah tidak rasional. Tapi, sejumlah kalangan justru yang menilai sebaliknya, otoriras pasarlah yang justru panik. Ayo, siapa sebenarnya yang panik?
Direksi BEI, dalam keterangan persnya setelah menghentikan perdagangan hari Rabu (8/10), menyebutkan pasar terpaksa ditutup sementara waktu karena indeks sudah anjlok 10%. Dalam pandangan otoritas pasar modal, itu bisa diartikan sebagai investor melakukan panic selling.
"Yang panik itu mereka," ujar seorang direktur perusahaan sekuritas. "Bagaimana bisa tiba-tiba mereka katakan bahwa sesuai prosedur bursa, pasar bisa dihentikan kalau indeks turun sebesar 10% lebih? Padahal hari Senin (6/10) indeks juga anljlok 10%, tapi pasar tidak ditutup. Jadi, tebak siapa yang panik.''
Pelaku pasar itu tidaklah berlebihan. Sebab, Senin awal pekan ini harga-harga memang turun mencapai 10%. Tapi, pasar dibiarkan berjalan normal. Karena itu kebijakan menutup sementara perdagangan memang melahirkan banyak pertanyaan.
Selan itu, selama ini otoritas pasar modal tidak pernah menjelaskan kepada publik, prosedur penghentian perdagangan tersebut. "Ini kok tiba-tiba ada SOP. Dari mana ceritanya. Kenapa mereka tidak transparan," ujar manajer investasi yang tak mau disebutkan namanya itu.
Menilik kronologis kejadian beberapa hari terakhir ini, besar kemungkinan direksi BEI memang ketakutan. Mereka memilih untuk tidak mengambil risiko dengan cara menghentikan perdagangan.
Coba perhatikan urutan kejadian ini: Minggu (5/10) pejabat Menteri Koordinator Perekonomian Sri Mulyani menggelar rapat kordinasi terbatas, yang juga diikuti direksi BEI. Seusai rapat, Sri Mulyani mengimbau investor di pasar keuangan tidak panik.
Senin (6/10) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan rapat dengan menghadirkan sejumlah pengusaha. Pada rapat ini presiden mengungkapkan keyakinannya bahwa Indonesia tidak akan terkena imbas kekacauan ekonomi Amerika.
Sehari setelah rapat itu, harga-harga saham di Wall Street berjatuhan hingga mencapai 500 poin. Lalu, ketika bursa di Indonesi dibuka, Rabu (8/10), terjadilah penjualan saham besar-besar mengikuti jejak Wall Street. Maka, sulit untuk tidak mengambil kesimpulan bahwa otoritas bursa ikut panik dan terbebani pernyataan presiden yang begitu yakin bursa dalam negeri tidak akan terkena imbas.
Sekarang pertanyaannya adalah apakah penutupan bursa itu merupakan solusi untuk menghentikan kemerosotan harga saham? Apakah, kelak setelah dibuka kembali, harga pasar akan membaik? Jawabannya: tidak. Bahkan, besar kemungkinan indikator kekuatan harga saham masih akan bergerak turun ketika pasar dibuka lagi. Terlebih saat ini pasar masih berfluktuasi, ditambah kekacaan yang kini merembet ke sektor perbankan di negara-negara Eropa.
Amerika sendiri sudah mengibarkan bendera putih tanda menyerah dan meminta bantuan Uni Eropa agar negara-negara itu bersedia melakukan tindakan bersama. Langkah Amerika ini berbeda sama sekali dengan sikap Presiden George W. Bush pada awal-awal krisis yang mengacukan kawan-kawannya di Eropa yang bersedia membantu. Tapi apa lacur, semua sudah terlambat. Inilah penyelasan Presiden Bush, "Saya ingin sekali melakukan seuatu untuk menghentikan semua ini, tapi krisis belum bisa dihentikan." [I4]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.