Minggu, 27 Mei 2012 | 03:23 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Apa di Balik Suspensi BEI?
Headline
Sri Mulyani(tengah) - inilah.com/Bayu Suta
Oleh: Reni Herawati
web - Kamis, 9 Oktober 2008 | 17:56 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Selama ini banyak kalangan bertanya-tanya sampai kapan suspensi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) berlangsung, karena hingga Kamis ini (9/10) lantai bursa belum juga beroperasi.

Namun, setelah otoritas bursa bersama Bapepam-LK memutuskan untuk membuka kembali perdagangan saham di BEI mulai Jumat (10/10), barulah terkuak alasan di balik kelanjutan suspensi hingga Kamis ini.

BEI dan Bapepam bersepakat melanjutkan suspensi hingga Kamis ini untuk memberi waktu kepada pelaku pasar untuk kembali pada suasana yang lebih wajar dalam melihat kondisi per emiten, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam jumpa pers di gedung Depkeu, Jakarta, Kamis (9/10).

Dengan demikian, para investor itu akan lebih mengetahui pembentukan harga saham yang dianggap mencerminkan nilai yang relatif wajar.

Keputusan itu diambil setelah dilakukan evaluasi dan investor mendapatkan informasi yang cukup detil setelah terjadi panic selling, ujar Menkeu.

Informasi pertama yang diperoleh adalah bahwa kejatuhan bursa saham lokal ini lebih karena faktor global dan regional.

"Hal ini terjadi di seluruh kawsaan dan seluruh dunia, seperti Rusia yang turun 19%, Ukraina naik turunnya lebih dalam lagi dari Indonesia. Kawasan Asia koreksinya rata-rata di atas 5%," tutur Sri Mulyani.

Meskipun demikian, tandas Menkeu, otoritas bursa dan pasar modal juga menengarai adanya pihak-pihak yang mengambil kesempatan di tengah kondisi yang sangat rapuh.

Ia mencontohkan kemungkinan adanya transaksi terlarang seperti short selling, karena adanya rumors terjadinya default terhadap penyelesaian transaksi repo di Grup Bakrie serta ada faktor margin call yang tidak dapat diselesaikan.

"Faktor ini yang menyebabkan terjadinya penurunan lebih tajam bagi seluruh harga emiten di bursa saham kita," paparnya.

Kondisi itu, ujarnya, telah menyebabkan force selling di bursa dan mendorong indeks harga saham melemah 10,38%.

"Kami melihat adanya faktor-faktor di luar sentimen global dan regional yang dianggap khusus menyangkut emiten tertentu. Untuk itu kami melakukan evaluasi terutama yang berhubungan dengan government dan dari dari sisi tingkah laku dari pembentukan harga yang tidak wajar," urainya.

Selain memberikan kesempatan kepada investor untuk mendapatkan informasi lebih jelas dan lengkap mengenai kondisi lantai bursa, suspensi perdagangan BEI juga untuk 'mengusir' para spekulan yang ingin memanfaatkan kepanikan pasar demi mendapatkan keuntungan. [L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.