inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Munarman Takut Dimarahi Rizieq

Headline
Munarman - inilah.com/Agus
Oleh: Ricko Wicaksono
Kamis, 9 Oktober 2008 | 18:24 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Sejumlah anggota Front Pembela Islam (FPI) menjadi tersangka pelaku kekerasan pada insiden Monas 1 Juni 2008. Sebagai Panglima Komando Laskar Islam, Munarman mengaku takut dimarahi Habib Rizieq usai kejadian tersebut.

Dalam kesaksiannya di persidangan dengan terdakwa Rizieq di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (9/10), mantan Ketua YLBHI ini mengungkapkan, pada tanggal 2 Juni 2008 pukul 09.30 WIB, dirinya telah dihubungi Panglima Laskar Front Pembela Islam (Laskar FPI) Matsuni untuk diminta datang ke rumah Habib Rizieq.

Rizieq meminta klarifikasi siapa yang mengajak anggota FPI dalam insiden Monas. "Saya mengira Habib Rizieq marah kepada saya. Saya bisa melihat dari mimik mukanya. Habib mengira saya yang menghasut FPI," kata Munarman.

Namun Munarman menjelaskan kepada Rizieq, bahwa peristiwa Monas tidak ada hubungannya dengan FPI. Munarman mengaku tidak pernah menghubungi FPI, melainkan menghubungi Laskar Pembela Islam (LPI).

"Saya menghubungi Kelaskaran Islam yang digabungkan menjadi Komando Laskar Islam," kata Munarman.

Sementara itu, Panglima Laskar FPI Matsuni dalam kesaksian terpisah menyatakan, Laskar FPI adalah anak organisai FPI yang independen dan otonom. Sehingga dalam kegiatan sehari-hari Laskar FPI tidak harus melapor kepada Ketua FPI.

"Setelah insiden monas, saya bertemu Habib, beliau marah besar karena beliau dapat info saya membawa nama FPI. Beliau minta saya klarifikasi bahwa tidak membawa nama FPI," katanya.[Nanang/L6]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.