INILAH.COM, Jakarta Nilai tukar rupiah sore ini terpantau menguat tipis di tengah suspensi yang dialami pasar bursa. Intervensi Bank Indonesia (BI) dan kondisi bursa regional yang cukup membaik, mampu membawa rupiah ke teritori hijau.
Rupiah pada perdagangan Kamis (9/10) ditutup menguat tipis 5 poin ke posisi 9.590 setelah pada perdagangan kemarin ditutup di level 9.595 per dolar AS. Rupiah sempat menyentuh level terendahnya di posisi 9.795 per dolar AS
Direktur Retail Banking Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan, kurs rupiah menguat tipis, setelah BI melakukan intervensi pasar, dengan melepas cadangan dolarnya seiring mulai meredanya gejolak pasar.
"Momen BI masuk pasar sangat tepat yang mendorong rupiah sedikit membaik, meski tekanan pasar masih tetap ada," katanya. Menurutnya, BI memang sudah sepakat akan masuk pasar pada waktu yang tepat, sehingga intervensi benar-benar mendukung pergerakan rupiah yang akhir-akhir ini terpuruk.
"Kami optimis dengan meredanya pasar, maka pergerakan rupiah diperkirakan akan makin membaik," ucapnya. Kerjasama bank sentral AS dan Eropa serta Jepang menyuntik dana ke pasar mendorong likuiditas pasar, sehingga gejolak krisis keuangan itu mulai berkurang.
Selain itu, bank-bank sentral tersebut memangkas tingkat suku bunganya agar pertumbuhan ekonomi dapat terpacu, meski dampak penurunan bunga itu belum terlihat reaksinya.
Selain itu, kenaikan rupiah yang tipis itu karena pelaku pasar masih belum melepas kepemilikan dolar AS yang telah naik cukup tinggi. Hal ini terjadi karena investor memperkirakan mata uang asing itu masih dapat bergerak naik lagi.
Kalau kondisi ini masih berlanjut, rupiah diperkirakan akan bergerak naik namun tidak terlalu besar. "Kondisi ini akan makin mendukung posisi untuk mendekati angka 9.500 per dolar AS," imbuhnya.
Hal senada diungkapkan pengamat valas PT Integral Investama Tony Mariano. Menurutnya, rupiah cenderung stabil karena intervensi BI ke pasar uang untuk menjaga mata uang domestik itu tidak terdepresiasi terlalu dalam.
Namun, imbuhnya, intervensi otoritas harus lebih terukur sehingga tidak terkesan buang-buang duit saja. "Memang pada saat tertentu perlu intervensi tapi pada kesempatan lain BI harus diam. Jadi, BI sebaiknya tidak perlu melawan pasar karena percuma," katanya.
Tony mengatakan hari ini rupiah hanya bergerak terbatas karena pelaku valas masih wait and see sehingga enggan bertransaksi dalam jumlah besar di pasar valas.
Nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing lainnya pada Kamis ditutup bervariasi. Rupiah terhadap dolar Singapura menguat di 6.597,41, atas dolar Hong Kong naik menjadi 1.247,19, terhadap dolar Australia turun di 6,771,75 dan atas euro menguat di 13.316,87. [E1]