INILAH.COM, Medan - Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia kini mengalami penurunan akibat terjadinya krisis ekonomi global yang membuat pasar ekspor CPO lesu.
Sekretaris I Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Sumatera Utara, Timbas Ginting, mengatakan perekonomian di dunia saat ini mengalami gejolak, sehingga berdampak pada seluruh ekspor di Indonesia, khususnya CPO yang juga terimbas.
"Saat ini pasar CPO anjlok, bahkan juga menyebabkan seluruh kontrak ekspor CPO menjadi terkendala. Hal itu karena banyaknya pesanan CPO yang dibatalkan, sehingga mengakibatkan kerugian yang besar terhadap pengusaha kelapa sawit," kata Timbas di Medan, Kamis (9/10).
Lebih lanjut, Timbas mengatakan sebanyak 59 perusahaan yang tergabung dalam Gapki Sumatera Utara mengeluhkan akan turunnya nilai ekspor CPO yang selama ini didistribusikan ke India, China, Uni Eropa dan Pakistan. Hal itu disebabkan CPO tertumpuk di beberapa penampung.
"Puluhan ton CPO tertimbun di beberapa penampungan di Sumatera Utara, karena kontrak ekspor CPO ke luar negeri dibatalkan," katanya.
Timbas berharap pemerintah dapat memberikan solusi untuk menstabilkan harga CPO nasional maupun internasional.
"Dengan menurunnya harga sawit, maka Gapki yang mewakili seluruh pengusaha kelapa sawit di Sumatera Utara berharap agar pemerintah menurunkan harga pupuk, sehingga mengurangi beban para pengusaha sawit," ujarnya.[L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !