inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Mimpi Buruk Masih Gelayuti BEI

Headline
Inilah.com/Wirasatria
Oleh:
Jumat, 10 Oktober 2008 | 06:13 WIB
TERKAIT
INILAH.COM, Jakarta - Meski muncul kabar gembira dengan dibukanya kembali perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai Jumat ini (10/10) setelah ditutup sejak Rabu (8/10), namun awan hitam sepertinya masih akan memayungi lantai bursa hari ini.


Ada banyak faktor yang mendukung ke arah itu, sehingga lantai bursa di hari terakhir pekan ini masih akan diwarnai oleh aksi lepas saham.

Tentu saja faktor kepanikan masih menjadi yang utama dalam menentukan arah pergerakan saham hari ini. Investor kemungkinan besar masih belum berani mengambil posisi setelah faktor eksternal belum memberikan dukungan.

Wall Street tetap menyumbang sentimen negatif terhadap bursa regional dan lokal. Apalagi kinerja bursa saham terbesar dunia itu kemarin mengalami kejatuhan cukup dalam, 768 poin dan berada di bawah 9.000 untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima tahun.

Faktor lainnya yang tak kalah serunya dalam memberikan sentimen negatif adalah anjloknya harga minyak mentah dunia yang kini berada di level US$ 85 per barel. Kejatuhan harga minyak tentu saja membuat tekanan tersendiri terhadap saham-saham berbasis tambang dan komoditas.


Sementara dari dalam negeri, faktor tingginya tingkat sukubunga acuan Bank Indonesia, yang naik menjadi 9,5%, pasti akan memberikan tekanan terhadap saham-saham di sektor keuangan, selain juga faktor tingginya inflasi.

Jadi dengan mengacu pada sejumlah faktor itu, sepertinya sulit bagi indeks di BEI untuk bangkit hari ini, apalagi hari ini adalah hari terakhir perdagangan pekan ini sebelum memasuki libur akhir pekan.

Padahal sebenarnya jika kepanikan itu sudah sirna, saham-saham di BEI sangat menarik karena harga saham sudah sangat rendah dan mungkin kini saatnya untuk memborong saham dengan harga murah meriah. Tapi cukup sulit untuk meyakinkan kembali investor, terlebih lagi dolar saat ini cenderung menguat sehingga dapat memicu investor untuk mencoba peruntungan di pasar uang.[L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.