INILAH.COM, Jakarta - Meski muncul kabar gembira dengan dibukanya kembali perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai Jumat ini (10/10) setelah ditutup sejak Rabu (8/10), namun awan hitam sepertinya masih akan memayungi lantai bursa hari ini.
Ada banyak faktor yang mendukung ke arah itu, sehingga lantai bursa di hari terakhir pekan ini masih akan diwarnai oleh aksi lepas saham.
Tentu saja faktor kepanikan masih menjadi yang utama dalam menentukan arah pergerakan saham hari ini. Investor kemungkinan besar masih belum berani mengambil posisi setelah faktor eksternal belum memberikan dukungan.
Wall Street tetap menyumbang sentimen negatif terhadap bursa regional dan lokal. Apalagi kinerja bursa saham terbesar dunia itu kemarin mengalami kejatuhan cukup dalam, 768 poin dan berada di bawah 9.000 untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima tahun.
Faktor lainnya yang tak kalah serunya dalam memberikan sentimen negatif adalah anjloknya harga minyak mentah dunia yang kini berada di level US$ 85 per barel. Kejatuhan harga minyak tentu saja membuat tekanan tersendiri terhadap saham-saham berbasis tambang dan komoditas.
Sementara dari dalam negeri, faktor tingginya tingkat sukubunga acuan Bank Indonesia, yang naik menjadi 9,5%, pasti akan memberikan tekanan terhadap saham-saham di sektor keuangan, selain juga faktor tingginya inflasi.
Jadi dengan mengacu pada sejumlah faktor itu, sepertinya sulit bagi indeks di BEI untuk bangkit hari ini, apalagi hari ini adalah hari terakhir perdagangan pekan ini sebelum memasuki libur akhir pekan.
Padahal sebenarnya jika kepanikan itu sudah sirna, saham-saham di BEI sangat menarik karena harga saham sudah sangat rendah dan mungkin kini saatnya untuk memborong saham dengan harga murah meriah. Tapi cukup sulit untuk meyakinkan kembali investor, terlebih lagi dolar saat ini cenderung menguat sehingga dapat memicu investor untuk mencoba peruntungan di pasar uang.[L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !