Rabu, 23 Mei 2012 | 20:56 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Suspensi BEI Bukan Cermin Fundamental
Headline
Sri Mulyani - inilah.com/Bayu Suta
Oleh: Reni Herawati
web - Jumat, 10 Oktober 2008 | 08:34 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Suspensi pasar bursa saham yang dipicu anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) dinilai tidak mencerminkan fundamental perekonomian Indonesia.

"Penurunan IHSG yang cukup drastis pada dasarnya tidak mencerminkan fundamental dari kondisi perusahaan. Emiten masih baik dari sisi prospek dan kondisi perekonomian yang cukup baik," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani saat jumpa pers terkait pencabutan suspensi pasar bursa saham di Jakarta, Kamis (9/10) malam.

Menurut Menkeu, kinerja emiten perusahaan tahun ini lebih baik dibanding 2007, baik dari sisi neraca maupun laporan keuangan.

"Jadi kalau tahun 2007 harga saham mereka naik dalam 1 tahun sebanyak 50%," ujarnya.

Namun, yang menjadi masalah, menurut Menkeu, emiten yang dianggap berhasil ternyata mengalami koreksi hanya karena sentimen global.

"Kami bertekad untuk menjaga integritas dari bursa kita dan berharap bahwa pasar modal Indonesia menjadi pilar bagi pembangunan perekonomian Indonesia yang dijaga ketat kesehatannya," tuturnya.

Jika integritas itu dijaga, Menkeu berharap bisa menjadi faktor yang mampu menciptakan kepercayaan pelaku ekonomi, dengan disertai disclosure serta praktik pengelolaan yang baik pula.[L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.