INILAH.COM, Jakarta - Suspensi pasar bursa saham yang dipicu anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) dinilai tidak mencerminkan fundamental perekonomian Indonesia.
"Penurunan IHSG yang cukup drastis pada dasarnya tidak mencerminkan fundamental dari kondisi perusahaan. Emiten masih baik dari sisi prospek dan kondisi perekonomian yang cukup baik," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani saat jumpa pers terkait pencabutan suspensi pasar bursa saham di Jakarta, Kamis (9/10) malam.
Menurut Menkeu, kinerja emiten perusahaan tahun ini lebih baik dibanding 2007, baik dari sisi neraca maupun laporan keuangan.
"Jadi kalau tahun 2007 harga saham mereka naik dalam 1 tahun sebanyak 50%," ujarnya.
Namun, yang menjadi masalah, menurut Menkeu, emiten yang dianggap berhasil ternyata mengalami koreksi hanya karena sentimen global.
"Kami bertekad untuk menjaga integritas dari bursa kita dan berharap bahwa pasar modal Indonesia menjadi pilar bagi pembangunan perekonomian Indonesia yang dijaga ketat kesehatannya," tuturnya.
Jika integritas itu dijaga, Menkeu berharap bisa menjadi faktor yang mampu menciptakan kepercayaan pelaku ekonomi, dengan disertai disclosure serta praktik pengelolaan yang baik pula.[L2]