Rabu, 23 Mei 2012 | 20:57 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Dari Mana Asal Dana 'Buyback'?
Headline
Sri Mulyani - inilah.com/Bayu Suta
Oleh: Reni Herawati
web - Jumat, 10 Oktober 2008 | 08:52 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah telah memutuskan untuk mengucurkan dana sebesar Rp 4 triliun yang akan dipakai guna membantu emiten BUMN membeli kembali (buyback) saham mereka.

Setelah keputusan itu, banyak kalangan bertanya-tanya dari mana asal dana Rp 4 triliun itu, apakah dari masing-masing BUMN yang akan melakukan buyback atau berasal dari pemerintah.

Penjabat Menteri Perekonomian yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dana tersebut berasal dari dana proyek infrastruktur strategis.

"Dalam APBN ada anggaran kita yang selama ini dialokasikan dalam pusat investasi pemerintah yang berjumlah total Rp 4 triliun, termasuk anggaran yang digunakan untuk mendukung proyek infrastruktur," kata Menkeu Sri Mulyani saat jumpa pers di Gedung Depkeu, Jakarta, Kamis (9/10) malam.

Adapun BUMN yang memiliki fundamental bagus, kata Menkeu, akan dipilih dan berhak menerima dana tersebut dengan jumlah dana yang berbeda tiap BUMN.

"Ini untuk menjaga nilai kewajaran BUMN tersebut," jelasnya.

Ada sejumlah BUMN yang siap melakukan buyback, yaitu Telkom (TLKM), Aneka Tambang (ANTM), Timah (TINS), Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), Semen Gresik (SMGR), Jasa Marga (JSMR), Perusahaan Gas Negara (PGAS).[L2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.