INILAH.COM, Jakarta- Penutupan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang masih berlanjut hingga pagi ini lebih disebabkan kondisi pasar yang masih shock akibat ditutupnya BEI pada Rabu (8/10) lalu.
Menurut analis Kuo Capital, penutupan BEI pagi ini lebih disebabkan kondisi pasar yang masih tidak kondusif. Pasar masih ingin melihat bagaimana eksekusi dari rencana buy back saham yang akan dilakukan pemerintah. "Itu yang akan dinilai pasar," katanya. Selain itu, kondisi global yang masih semeraut juga menjadi penyebab kekhawatiran jatuhnya kembali saham-saham di bursa jika harus dipaksa dibuka pagi ini.
"Jika itu terjadi, kita takut pasar irrasional yang malah membuat situasi menjadi panik," tuturnya.
Dia juga mengakui penutupan BEI pada sesi pagi ini memang sudah diberitahukan pihak BEI pada pukul 09.00 WIB pagi tadi.
"Mengenai perkembangan selanjutnya kita harus melihatnya by minute," ungkapnya.
Banyak pihak yang berharap pernyataan pemerintah untuk menstabilkan krisis ekonomi dalam negeri bisa sedikit mengurangi irrasionalitas pasar. Tetapi itu hanya sementara. Sentimen eksternal tampaknya lebih kuat daripada pernyataan pemerintah mengenai kuatnya fundamental ekonomi Indonesia.[L5]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !