inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Pasar Tunggu Eksekusi Pemerintah

Headline
inilah.com/Subekti
Oleh: Vina Nurul Iklima
Jumat, 10 Oktober 2008 | 10:30 WIB
INILAH.COM, Jakarta- Penutupan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang masih berlanjut hingga pagi ini lebih disebabkan kondisi pasar yang masih shock akibat ditutupnya BEI pada Rabu (8/10) lalu.

Menurut analis Kuo Capital, penutupan BEI pagi ini lebih disebabkan kondisi pasar yang masih tidak kondusif. Pasar masih ingin melihat bagaimana eksekusi dari rencana buy back saham yang akan dilakukan pemerintah. "Itu yang akan dinilai pasar," katanya. Selain itu, kondisi global yang masih semeraut juga menjadi penyebab kekhawatiran jatuhnya kembali saham-saham di bursa jika harus dipaksa dibuka pagi ini.
"Jika itu terjadi, kita takut pasar irrasional yang malah membuat situasi menjadi panik," tuturnya.

Dia juga mengakui penutupan BEI pada sesi pagi ini memang sudah diberitahukan pihak BEI pada pukul 09.00 WIB pagi tadi.
"Mengenai perkembangan selanjutnya kita harus melihatnya by minute," ungkapnya.

Banyak pihak yang berharap pernyataan pemerintah untuk menstabilkan krisis ekonomi dalam negeri bisa sedikit mengurangi irrasionalitas pasar. Tetapi itu hanya sementara. Sentimen eksternal tampaknya lebih kuat daripada pernyataan pemerintah mengenai kuatnya fundamental ekonomi Indonesia.[L5]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.